Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Liputan6.com
Dream - Video para camat di Cilacap, Jawa Tengah, sedang viral di media sosial. Sebab, mereka membuat pengakuan mengejutkan. Dalam video berdurasi satu menit 58 detik itu mereka mengaku mendapat inventaris pesawat terbang.
Dalam video tersebut, para camat yang bermasker itu membuat pernyataan di depan pesawat yang terparkir di Bandara Tunggul Wulung. Burung besi yang jadi background itu merupakan pesawat latih milik Perkasa Flying School.
" Alhamdulillah, untuk camat di Cilacap mendapatkan satu inventaris pesawat, satu-satu," ujar seorang camat dalam video tersebut, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 28 Juli 2020.
" Ini adalah upaya meningkatkan koordinasi dan transportasi bagi para camat dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan," tambah si camat.
Dalam video tersebut juga terlihat beberapa camat yang sedang berfoto di depan pesawat-pesawat itu.
Sumber suara juga menyebutkan satu persatu camat di Cilacap, di antaranya Camat Adipala, Camat Jeruklegi, Canat Cimanggu, Camat Majenang, Camat Cilacap Tengah, Camat Patimuan, dan Camat Kampung Laut.
Namun, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf, menyebut aksi itu hanya guyonan para camat. Pada saat pandemi Covid-19, kata dia, tidak ada anggaran pengadaan inventaris bagi para camat, apalagi masing-masing satu buah pesawat.
Menurut dia, anggaran pemerintah daerah juga sudah di-refocusing untuk penanganan pandemi virus Corona. " Lagi Covid mau beli mobil aja nggak jadi, apalagi pesawat ya," kata Farid.
Sementara, Bupati Cilacap, H Tatto Suwarto Pamuji, menambahkan, video itu kurang lengkap. Sebab, pada akhir video disebutkan ada kalimat yang bisa menjelaskan bahwa hal tersebut hanyalah sebuah mimpi.
" Video yang viral itu tidak lengkap, karena ada yang terpotong. Tidak tahu siapa yang memotong (kalimat) ‘Saya tahu bahwa ini adalah mimpi’, tapi mimpi itu ternyata di ujung (video) tidak ada," ujar Tatto.
Dia menambahkan, sangat tidak mungkin para camat mendapatkan kendaraan operasional berupa pesawat. Apalagi, pada pesawat tersebut jelas tertulis Perkasa Flying School. " Mau mendarat di mana? Bandaranya di mana?" katanya.
Video tersebut, kata Tatto, hanya guyonan para camat yang saat itu datang ke Bandara Tunggul Wulung dan berfoto dengan pesawat. Tidak semua orang bisa masuk bandara tersebut dan berfoto dengan pesawat yang ada.
" Yang jelas guyon, tidak tahu jika dampaknya viral, karena sekarang ini medsos seperti ini. Saya hanya menyayangkan ada pemotongan (di ujung video)," katanya.
Tatto mengaku sudah menegur para camat. Dalam waktu dekat, DPRD Cilacap bahkan akan meminta klarifikasi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya