Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Sumber: Daily Star
Dream - Bencana besar tidak pernah dapat diprediksi kapan terjadinya. Manusia baru mengetahui dahsyatnya kerusakan yang terjadi ketika dampak banyak menimpa korban manusia dengan skala yang sangat luas.
Kerugian yang datang akibat bencana berskala besar sudah tak bisa lagi terhitung. Selain nyawa yang melayang, kerugian immaterial akibat ketidaksiapan ketika menghadapi bencana yang datang tiba-tiba biasanya tak bisa ditukar dengan uang.
Pengalaman buruk menghadapi bencana besar inilah yang dialami seorang pekerja ketika menghadapi bencana di sebuah pembangkit nuklir di Jepang.
Dikutip dari Daily Star, pekerja bernama Hisashi Ouchi membantu rekannya untuk menuangkan uranium ke dalam tong Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Tokaimura di tahun 1999. Tindakan ini dilakukan sebagai uji coba sekaligus usaha mempercepat proses guna memotong biaya perusahaan.

Idealnya, tindakan menuang zat radioaktif ini dilakukan menggunakan pompa hidrolik. Namun, tiga pegawai di pembangkit tenaga nuklir ini menggunakan tangan kosong yang dampaknya membuat mereka terkena radiasi dalam skala sangat tinggi.
Ouchi merupakan pegawai dengan tidak keracunan radiasi tertinggi di antara rekan-rekannya. Dia hampir tidak bisa bernapas dan selalu merasa kesakitan. Ia mengalami muntah hebat dan sempat kehilangan kesadaran.
Saat sampai di rumah sakit, dokter terkejut menemukannya hampir tidak memiliki sel darah putih yang tersisa.

Ouchi, yang saat kejadian berusia 35 tahun, diidentifikasi telah menyerap 17 Sieverts radiasi. Jumlah tersebut belum pernah atau pertama kalinya terjadi pada manusia.
Paparan yang dialami Ouchi bahkan lebih para dari petugas tanggap darurat di ledakan pembangkit nuklir Chernobyl di Rusia yang meninggal karena terkena papara berskala 0,25 Sievert.
Begitu berada di rumah sakit, dokter bekerja untuk membuatnya tetap hidup melalui transfusi darah dan cangkok sel punca. Secara medis, operasi tersebut berhasil dan membuatnya tetap hidup.
Namun, bagi Ouchi hal itu adalah hal yang menyiksa. Dikabarkan ia terus berteriak " Saya tidak tahan lagi! Saya bukan kelinci percobaan!,” ungkapnya.
Pada hari ke-59 di rumah sakit, ia mengalami tiga serangan jantung. Namun, dokter berusaha menghidupkannya kembali atas permintaan keluarganya.
Sampai hari ke-83, akhirnya tubu Ouchi menyerah dan ia meninggal dunia karena banyaknya kegagalan organ.
Sementara itu, pengawas teknisi Yutaka Yokokawa juga mendapatkan perawatan, dan dibebaskan setelah tiga bulan karena penyakit radiasi ringan.
Kemudian, pada Oktober tahun 2000 ia didakwa karena kelalaiannya.
Tak hanya itu, perusahaan bahan bakar nuklir JCO kemudian membayar US$121 juta untuk menyelesaikan 6.875 klaim kompensasi dari orang-orang dan bisnis yang terpapar radiasi akibat kecelakaan tersebut.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan