Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sosok Wanita Ngaku Anak Jenderal Bintang Tiga Ribut Dengan Arteria Dahlan
Dream - Keributan antara Anggota DPR RI Fraksi PDIP Arteria Dahlan dengan seorang wanita mengaku anak jenderal bintang tiga belum reda. Belakangan terkuak sosok wanita tersebut.
Informasi tentang wanita itu diungkap Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi. Dia tidak menyebutkan secara langsung sosok wanita tersebut namun sempat dihubungi seorang pria yang memiliki kaitan dengan insiden keributan tersebut.
Prasetyo mengaku mendapat telepon dari nomor tidak dikenal pada Minggu sore, 21 November 2021. Saat diangkat, pihak yang menelepon memperkenalkan diri sebagai Brigjen TNI Zamroni, mantan Komandan Distrik Militer Jakarta Pusat.
" Saya enggak tahu nomor telepon siapa tiba-tiba menelpon saya. 'Saya Zamroni Mantan Dandim Jakarta Pusat sekarang di BIN'," ujar Prasetyo menirukan ucapan Zamroni dikutip dari laman Liputan.com.
Dia pun bertanya keperluan Zamroni menghubunginya. Ternyata, Zamroni meminta dipertemukan dengan Arteria Dahlan.
" Yah, mungkin ada senggolan di atas pesawat dengan istri saya," kata Prasetyo mengulang ucapan Zamroni.
Prasetyo kembali bertanya keinginan penelepon yang meminta dipertemukan dengan Arteria. Penelepon itu mengaku ingin meminta maaf kepada Arteria.
" Mau minta maaf kita, saya mau minta maaf, sampailah seperti itu," ucap dia.
Usai mendapat telepon tersebut, Prasetyo berusaha menghubungi Arteria dengan maksud menyarankan agar ribut yang terjadi diakhiri secara damai. Tetapi, dia malah dituding membekingi wanita tersebut.
" Setelah saya telepon Arteria, dia beranggapan saya bekingan ini, salah lagi nih," kata dia.
Dia pun menegaskan tidak berada di pihak manapun. Prasetyo hanya berniat mempertemukan kedua belah pihak untuk mengakhiri masalah yang terjadi.
" Saya orang timur, kalau tidak mau ditemukan, ya sudah," kata dia.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI Prantara Santosa, menegaskan, TNI akan menelusuri seluruh pihak yang terlibat dalam insiden cekcok itu.
" Bila ada dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Anggota TNI, akan diproses di peradilan militer," ucap Prantara.
Ia menggarisbawahi, jika dalam proses penyelidikan ditemukan bahwa yang melakukan pelanggaran adalah sipil, akan diserahkan kepada hukum peradilan umum.
" Namun bila pihak yang diduga melakukan tindak pidana bukan Anggota TNI, akan diproses oleh aparat hukum peradilan umum," tegas Prantara.
(Sah)
Dream - Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, buka suara soal seteru antara anggota DPR Fraksi PDIP, Arteria Dahlan, dengan wanita mengaku anak jenderal bintang tiga. Andika mengatakan, kasus ini juga sedang ditelusuri Detasemen Polisi Militer.
Dalam video yang viral, wanita tersebut dijemput dengan mobil berpelat nomor 75194-03, menandakan kendaraan dinas TNI. Terkait dengan pemilik mobil tersebut, Andika menyatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Polres Bandara Soekarno-Hatta.
" Justru itu (soal kepemilikan mobil dinas TNI), makanya kami ingin mendengar langsung pemeriksaan Polres kepada pelapor," ujar Andika di Mabes Polri, disiarkan live lewat akun Instagram @divhumaspolri.
Dari informasi yang dia dapat, pemeriksaan terhadap para pelapor dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 24 November 2021. Jadwal tersebut, kata Andika, dibuat berdasarkan kesediaan para pelapor menjalani pemeriksaan.
" Bukan karena polresnya tetapi karena ketersediaan waktu dari pelapor masing-masing," kata dia,
Mengenai penggunaan mobil dinas TNI untuk warga sipil, Andika menyatakan belum ada informasi pasti mengenai keberadaan anggota yang terlibat. Sementara pelanggaran yang dilakukan warga sipil akan ditangani oleh peradilan umum.
" Kalau keluarga, keluarga itu kan masuk dalam warga masyarakat, itu proses hukumnya ada di peradilan hukum," kata dia.
Jika ditemukan ada keterlibatan anggota TNI, maka proses hukumnya ditangani internal TNI.
" Kami hanya akan proses hukum anggota TNI sesuai tindakannya," ucap dia.
Selanjutnya, Andika menyatakan TNI siap menerima laporan dari kedua belah pihak jika ada tekanan. Pihaknya siap memproses hukum jika terdapat anggota TNI yang terlibat.
" Kami proses hukum, tetapi ya memang kewenangan kami kan proses hukum terhadap anggota militer," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya