Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Mirror.co.uk)
Dream - Baru-baru ini seorang pria ditemukan tewas di sebuah toko negara bagian Recife, Brasil timur laut pada 14 Agustus lalu. Pria yang diketahui berusia 59 tahun itu ditemukan tewas dan mayatnya hanya ditutupi payung.
Kejadian ini menjadi heboh sekaligus memancing keprihatinan publik karena pihak toko hanya menutupi mayatnya dengan kotak karton dan tetap menjalankan operasional toko seperti biasa.
Melansir dari Daily Star, korban adalah sales manager bernama Manoel Moises Cavalcante yang mengalami serangan jantung. Pihak toko Carrefour menyebut, Cavalcante sempat diberikan pertolongan pertama namun tak selamat.
Akibat perlakuan keterlaluan pihak toko, beberapa foto mulai tersebar di media sosial. Dalam potret yang beredar, mayat Cavalcante terlihat ditutupi kotak kardus dan beberapa payung berwarna hijau untuk menyamarkan kondisinya.
Warganet yang melihat peristiwa tersebut dibuat geram dengan perlakuan pihak toko.
" Saya benar-benar tidak habis pikir, bahkan bertanya-tanya mengapa pihak toko berpikir melakukannya,"
" Bayangkan jika kamu bekerja sungguh-sungguh, namun pihak perusahaan tidak menghargai usahamu bahkan ketika meninggal. Harusnya ia ditangani dengan baik," tulis yang lain.

" Perusahaan mengaku bersalah karena tidak menutup toko segera setelah apa yang terjadi untuk menunggu upacara pemakaman, serta tidak menemukan cara yang benar untuk merawat jenazah," ungkap perwakilan toko.
Pihak Carrefour telah mengkonfirmasi bahwa pria itu benar adalah sales manajer di perusahaannya. Cavalcante dikabarkan sempat jatuh sakit diberikan dan ambulans dipanggil.
Setelah pria itu meninggal, Carrefour mengatakan pihaknya sudah mengikuti pedoman untuk tidak mengeluarkan jenazah dari tempatnya
Anak perusahaan lokal Carrefour SA Prancis, salah satu jaringan ritel terbesar di Brasil, mengatakan sekarang telah mengubah pedomannya untuk memasukkan penutupan wajib toko di masa depan.
" Kami meminta maaf kepada pihak keluarga korban dan siap mendukung mereka dengan cara apapun yang diperlukan," kata Carrefour dalam pernyataannya.
Kejadian ini sebenarnya bukan masalah pertama yang terjadi bagi Carrefour. Pada tahun 2018, seorang penjaga keamanan di negara bagian Sao Paulo membunuh seekor anjing jalanan setelah memukulnya dengan batang logam. Kasus ini pun sempat memancing kemarahan di media sosial.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya