Terungkap Misteri Akun Facebook Buruh Tangerang Mendadak Aktif

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 20 Mei 2016 14:01
Terungkap Misteri Akun Facebook Buruh Tangerang Mendadak Aktif
Status Facebook EP ternyata dibuat oleh...

Dream - Status Facebook EP menjadi perbincangan heboh netizen. Akun miliknya mendadak update beberapa jam setelah jasad EP ditemukan telah terbujur kaku, dibunuh secara sadis.

" Ya allah emang benar ya E meninggal by,,,dayat," demikian status yang tertulis di akun EP.

Lalu siapa yang membuat status misterius di Facebook EP?

Dugaan sementara status tersebut dibuat oleh salah satu pelaku pembunuhan, yakni RA. RA merupakan siswa SMP yang sempat bercumbu dengan EP sebelum meregang nyawa.

RA diduga membuat status misterius tersebut lewat ponsel EP yang diambil RA usai membunuh karyawan pabrik di Tangerang, Banten.

Ponsel EP ditemukan di saku celana RA saat ditangkap polisi pada Minggu 15 Mei 2016, dinihari sekitar pukul 04.00 WIB. RA ditangkap di wilayah Dadap Kosambi, Tangerang Banten.

" Kami mendapatkan HP korban dalam sakunya," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Awi Setiyono usai penangkapan.

Dugaan lain, pria yang membuat status di Facebook EP adalah tersangka Rahmat. Sebab pelaku ditangkap setelah Tim IT Polri telah mengendus keberadaan salah satu pelaku melalui media sosial Twitter.

" Tersangka Rahmat alias Dayat ini sebagai pengguna akun Twitter korban," kata Awi.

1 dari 6 halaman

Masih Jadi Misteri, Sembunyikan Nama Asli

Dream - Pembunuhan EP (19) karyawati pabrik di Tangerang, Banten, menyita perhatian publik. Korban dihabisi nyawanya oleh tiga orang pelaku dengan cara sangat sadis.

Bahkan salah satu pelaku, RA adalah bocah SMP yang merupakan kekasih korban. EP memang tengah pacaran dengan RA sehingga dengan mudahnya RA masuh ke mess wanita kamar EP meski dengan penjagaan ketat.

Namun, kabar percintaan korban dengan dengan RA dibantah Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polis Krishna Murti.

Kata dia, korban dan RA belum resmi pacaran, melainkan baru sebatas pendekatan (PDKT).

Menurut Krishna, RA bertemu dengan EP di jalan. Mereka kenalan dan saling bertukar nomor telepon. EP dan RA lantas melakukan komunikasi intens.

Korban mengaku bernama Indah sejak awal berkenalan dengan RA. Padahal kedekatan mereka berjalan lumayan lama.

Hingga setelah pertemuan korban dan RA di dalam kamar pada Malam Jumat itu terjadi pembunuhan sadis itu.

RA pun bertemu dua tersangka lainnya, RAF dan IH, yang ternyata juga punya hubungan rumit dan naruh dendam dengan korban. RAF dan IH pun tidak tahu kalau EP yang dikenalkan dengan RA adalah Indah.

Untuk apa EP menyembunyikan nama aslinya? Masih jadi misteri.

2 dari 6 halaman

Isi SMS Kekasih Sebelum Ikut Bunuh

Dream - Pemerkosaan dan pembunuhan sadis EP (19), buruh pabrik di Tangerang bermula dari pesan singkat atau SMS kencan tengah malam.

Menurut keterangan Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Handik Zusen, EP dan salah satu pelaku berinisial RA berkomunikasi via SMS.

Awalnya, RAI mengirimkan SMS kepada EP pada Kamis 12 Mei. " Tersangka RA siangnya SMS korban, ‘Teh, nanti malam ada acara gak?’ Kemudian dijawab oleh korban ‘Emang kenapa kalo gak ada acara?’,"  kata Handik menirukan percakapan EP dan RAI.

RAI merasa diberi sinyal setelah mendapat jawaban seperti itu dari EP. RA lantas membalas pesan dari EP. " Jika tidak acara apakah bisa bertemu?"

Ajakan itu kemudian dijawab EP dengan menanyakan di mana lokasi bertemu. RA kemudian mengatakan, bagaimana jika di kamar korban.

EP sempat ragu karena khawatir kedatangan RA ke kamarnya diketahui oleh teman-teman mess. " Ya itu mah gampang, nanti aja dipikirinnya,"  kata RAI meyakini EP.

Setelah sepakat bertemu tengah malam di kamar EP, keduanya menyusun siasat agar RA masuk tanpa diketahui orang lain.

" Nanti pintu pager gak dikunci,"  bunyi SMS EP. SMS itu kemudian dibalas RAI; “ OK. Bye.”

Tapi siapa sangka, undangan EP itu justru mengantarkannya ke kematian. Setelah keduanya bertemu dan sempat bercumbu, RA membawa 2 tersangka lainnya yang kemudian menyiksa dan membunuhnya secara keji. (Ism) 

3 dari 6 halaman

Tiga Motif Pembunuh Sadis

Dream - Ketiga pelaku pembunuhan EP buruh pabrik di Tangerang, ternyata memiliki motif berbeda terhadap korban.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono mengatakan, Tersangka RAR (24), mengaku sering diejek jelek oleh korban, kemudian tersangka RAI (15) kesal karena korban yang juga kekasihnya tidak mau diajak berhubungan intim.

Sementara IH mengaku kesal karena cintanya di tolak setelah sekian lama pendekatan.

" Jadi motif mereka berbeda-beda, begitu juga peranan dari ketiganya," kata Awi saat memberikan keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa 17 Mei 2016.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Khrisna Murti menambahkan, pelaku yang pertama kali ditangkap adalah RAI, pelajar SMP yang juga kekasih korban selama satu bulan terakhir.

" Saat ditangkap pelaku mengaku melakukan pembunuhan tersebut seorang diri," katanya.

Namun, penyidik tidak begitu saja percaya hingga akhirnya dia mengaku yang melakukan pembunuhan dan memasukan cangkul ke dalam kemaluan korban adalah RAR dan IH.

Hasil pemeriksaan menunjukan ketiganya tidak saling kenal. Mereka bertiga berkenalan di lokasi kejadian.

Menurut pengakuan RAI, dia janjian dengan korban melalui pesan singkat untuk bertemu di mess korban. Ketika itu, korban yang membukan pintu gerbang karena kondisi pintu harus di buka dari dalam.

" RA langsung diajak ke kamar oleh korban, dari pengakuanya dia sempat bercumbu tapi ditolak saat diajak berhubungan intim," jelasnya.

Saat ditolak, tersangka RAI keluar kamar dan langsung keluar gerbang tanpa dikunci karena dia berniat untuk kembali ke kamar korban.

Tersangka RA kemudian...

4 dari 6 halaman

Tak Saling Kenal Tapi Sama-sama Dendam

Dream - Tersangka RA kemudian merokok di depan gerbang. Saat itu dia bertemu dengan pelaku RAR yang juga karyawan pabrik. RAI ditanya oleh RAR habis bertemu siapa dia di dalam mes yang dikhususkan untuk perempuan.

RAI mengaku dia baru bertemu dengan Indah (nama alias dari korban). Karena tidak mengenal nama tersebut akhirnya ia meminta RAI menunjukan kamar korban dan diketahui kalau dia baru saja bertemu dengan EP.

RAR ternyata menaruh dendam kepada korban kemudian berniat untuk memperkosa korban. Saat sedang berbincang-bincang datang tersangka IH.

" Mereka sebenarnya memang tidak saling mengenal, jadi mereka berkenalan di luar mess korban," kata Krishna.

Dari perbincangan mereka ternyata para pelaku kesal dengan korban karena telah dikecewakan. Mereka sepakat untuk memperkosa korban. Ketiganya langsung menuju kamar korban yang memang tidak terunci.

" Pelaku melihat korban sedang tidur dalam posisi terlentang, tersangka IH kemudian langsung membekap korban dan dilanjutkan dengan tersangka RAF dan RA yang memegang tubuh korban," ujarnya.

Setelah terkulai lemas, tersangka RAR kemudian langsung meminta RAI mengambil pisau di luar. Karena tidak ditemukan pisau, RAI berinisiatif mencari keluar mes hingga ditemukan adanya cangkul.

Saat RA keluar mencari alat untuk membunuh, tersangka RAR memperkosa korban sedangkan IH hanya melihat kebejatan RAR.

Tak sampai di situ...

5 dari 6 halaman

Disukai Banyak Pria

Dream - Tersangka RAR kemudian menusukkan gagang cangkul ke kelamin korban. Setelah memastikan korban tewas, para tersangka meninggalkan mess dengan membawa ponsel korban. Mayat korban ditemukan teman pabriknya pada Jumat, 13 Mei 2016.

" Dari pengakuan mereka, hanya RAR yang memperkosa sementara dua pelaku lainnya tidak. Tapi kami masih menunggu hasil DNA untuk memastikannya. Jadi korban memang disukai banyak lelaki di sana," kata Krishna.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti yang disita adalah, sepotong kaos oblong hitam, celana pendek jins tersangka, sandal jepit dan ponsel milik tersangka. Ada juga sebuah ponsel milik korban.

Ketiganya dijerat dengan pasal yang berbeda. Untuk RAR dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, 338 KUHP tentang pembunuhan, 339 KUHP tentang pembunuhan yang disertai kejahataan lainnya dan 285 KUHP tentang perkosaan.

Sedangkan IH dikenakan pasal 55 KUHP tentang turut serta meakukan kejahatan, 340 KUHP tentang pasal pembunuhan berencana.

Kemudian RA dikenakan pasal 55 KUHP tentang turut serta melakukan kejahatan 338 tentang pasal pembunuhan dan 365 KUHP tentang pasal perampokan. (Ism) 

6 dari 6 halaman

Meninggalkan Jejak

Dream - Kasus pembunuhan sadis yang disertakan pemerkosaan terhadap EP (19), buruh pabrik di Tangerang, bisa terungkap dengan cepat karena pelaku meninggalkan jejak.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan, pengungkapan kasus ini dimudahkan dengan adanya temuan berupa jejak kaki ketiga pelaku RA (15), RAF (24) dan IH (24).

Usai membunuh EP, kata Krishna, para pelaku langsung meninggalkan mess korban sehingga tak sempat menghilangkan jejak.

Selain adanya jejak kaki, para pelaku juga meninggakan sidik jari yang berada di gagang cangkul dan garpu.

Salah satu pelaku memang sempat mencuci garpu, namun masih ada noda darah. Setelah itu, polisi melakukan olah TKP, meminta keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti serta fakta-fakta di lapangan.

Kasus ini semakin cepat terungkap karena dibantu oleh aparat gabungan dari Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Teluk Naga. (Ism)  

Beri Komentar