Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Dream - Seorang wanita warga Korea Selatan ditemukan tewas setelah diyakini tertidur di dalam peti mati saat ritual keagamaan pada hari Jumat, 3 Agustus 2018. Ritual ini dikatakan untuk menjauhkan bala dan musibah.
Dikutip dari Yonhapnews, acara keagamaan itu diadakan di rumah seorang kenalan wanita nahas itu, yang terletak di sebelah tenggara kota Gumi, Korsel.
Menurut polisi setempat, wanita 47 tahun itu berada dalam peti mati mulai pukul 8 malam, pada hari Kamis.
Korban dikatakan sempat ingin keluar dari peti mati dua jam setelah dimulainya acara ritual tersebut, tetapi diberitahu oleh teman-teman dan peserta untuk tinggal lebih lama di dalam peti mati tersebut.
© Dream
Pada hari Jumat pagi, sekitar pukul 06.30, peti yang berisi korban akhirnya dibuka oleh pantia. Betapa terkejutnya mereka saat menemukan korban sudah tak bernyawa.
Sebagaimana dikutip dari Yonhapnews, korban mungkin tertidur di peti mati sebelum meninggal, karena tidak ada gerakan untuk mencoba keluar dari keranda saat ritual berlangsung.
Otopsi dilakukan pada hari Sabtu guna mengidentifikasi penyebab kematian korban, serta penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui kemungkinan korban mati akibat kepanasan karena kondisi di dalam keranda yang kedap udara.
Dua panitia peserta yang terlibat dalam upacara juga akan diselidiki oleh polisi untuk mengidentifikasi kelalaian mereka hingga menyebabkan kematian.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang