Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Permainan video game kembali mendapat stigma dari masyarakat setelah dua anak-anak berusia 9 dan 11 tahun di China melakukan tindakan mengerikan. Mereka nekat melompat dari gedung ketinggian 15 meter lantaran terinspirasi dari sebuah permainan.
Berita tersebut menjadi sorotan banyak media dunia karena orang tua dari dua anak-anak malang itu menuntut perusahaan pengembang permainan tersebut.
Dilansir dari Oddity Central, orang tua dari anak itu menggugat raksasa game China, Tencent untuk memberikan kompensasi atas biaya pengobatan buah hatinya.
Sang ayah menceritakan kedua anaknya kerap diberikan smartphone selama menghabiskan masa lockdown di kota Handan, China. Keduanya kerap bermain game hingga 8 jam sehari.
Game yang sering mereka mainkan adalah Mini World dan Game of Peace, permainan online dari Tencent yang sedang tren dimainkan anak-anak.
Anak yang berusia 11 tahun mengaku terbesit ide untuk melompat lantaran diajak saudaranya. Mereka ingin membuktikan apakah aksi di game tersebut dapat dilakukan di dunia nyata atau tidak.
“ Awalnya dia mau, lalu dia takut. Saya menyuruhnya untuk menutup matanya, lalu saya mengambil tangannya dan loncat terlebih dulu. Saya tidak ingat apa yang terjadi setelah itu," jelas bocah 11 tahun tersebut.
" Kami ingin mencoba dan melihat apakah kami bisa terbang dan hidup kembali, seperti dalam Game of Peace dan Mini World," tambah bocah itu. " Dalam mode kreatif Mini World, kamu tidak pernah mati tidak peduli berapa kali kamu jatuh."
Menurut media China, pihak Tencent sendiri telah menolak untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut dan mengklaim bahwa insiden tersebut terinspirasi oleh mekanik di Mini World yang dikembangkan oleh pengembang Miniwan Technology Co Ltd.
Sebagai informasi, Mini World sendiri merupakan game buatan Tencent yang menyerupai Minecraft buatan Mojang. Pada permainan tersebut, pengguna dapat menuangkan kreativitasnya dalam membangun dunia block-art.
Sedangkan Game for Peace merupakan game PUBG Mobile versi China. Tencent sengaja mengubah nama dan sedikit konten di dalamnya agar sesuai dengan ideologi pemerintah China dan menerima izin untuk dirilis di negaranya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya