Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Sumber: Twitter.com/@otongkoil
Dream - Tradisi yang lazim terlihat di resepsi pernikahan adalah tamu undangan akan memberikan hadiah kepada kedua mempelai. Biasanya tamu akan memberi hadiah berupa uang tunai yang dimasukkan ke dalam sebuah amplop.
Keluarga yang menyelenggarakan hajatan biasanya akan menyediakan sebuah kotak yang diletakkan di meja buku tamu. Setelah memasukkan uang, tamu yang datang umumnya akan mendapatkan suvenir sebagai cenderamata telah hadir di pernikahan sang pengantin.
Sebagian besar pengantin baru akan membuka amplop dari tamu undangan ketika resepsi sudah selesai. Hanya pihak keluarga yang bisa mengetahui nominal uang dari tamu yang sengaja menulis namanya di dalam amplop tersebut.
Namun terdapat tradisi yang cukup unik dari sebuah pernikahan yang biasanya dilakukan keluarga pengantin di Pariaman, Sumatera Barat.

Tradisi unik itu diunggah lewat video pendek yang diunggah akun twitter @otongkoil pada Senin, 6 Februari 2023.
Tamu undangan yang datang ke resepsi tersebut tak memasukkan amplop berisi uang ke dalam kotak. Pada acara pernikahan itu, amplop diberikan kepada penerima tamu yang mendapat tugas untuk menerima setiap hadiah yang diberikan undangan.

Yang cukup mengejutkan untuk warga dari daerah lain, amplop tersebut langsung dibuka di depan tamu yang memberikan. Penerima tamu akan mencatatnya di sebuah buku besar.
Tradisi membuka amplop di depan tamu undangan ternyata tak hanya dilakukan warga di daerah Sumatera. Netizen mengaku berasal dari Pulau Jawa menceritakan tradisi serupa yang masih dilakukan di daerahnya.
“ Di Subang gini juga, namanya gantangam. Sistemnya kayak arisan,” tulis @van_dalemans.
“ Subang juga, kata temenku biar nanti pas yg punya hajat kondangan ke tempat kita, dia balikin nominal yg sama,” tulis @anindyakusumas.
“ Amplop kosong mulai panik,” tulis @iniRafid.
— ÖTKØiL (@otongkoil)February 6, 2023
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam