Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Mayat Di Kamar Jenazah. (Foto; Shutterstock.com)
Dream - Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kehidupan ekonomi warga Indonesia.
Diduga karena masalah ekonomi, pengantin baru di Sulawesi Selatan ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.
Korban bernama S, 25 tahun, ditemukan tergantung di dalam kamarnya. Kejadian ini menghebobhkan Kampung Mallasoro, Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.
Menurut Kasubbag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul, S sempat terlibat pertengkaran dengan istrinya, M, di kamar. Korban bertengkar dengan istrinya yang baru berusia 20 tahun.
AKP Syahrul kemudian menceritakan kronologis kejadian yang cukup menyedihkan ini. Sudirman diduga mengalami depresi akut akibat persoalan ekonomi yang memengaruhi kejiwaan korban.
" Karena emosi, Sudirman sempat mendorong istrinya dan melemparkan gulungan kasur ke arah istrinya.
" Istrinya terjatuh dan tidak menyadari korban telah tergantung pada seutas tali di atas langit-langit ranjang," jelas AKP Syahrul.
Ketika M bisa membebaskan diri dari gulungan kasur, dia melihat suaminya sudah tergantung dan sekarat.
M mencoba untuk berteriak meminta tolong kepada seisi rumah. Saat itulah, saudaranya datang dan melepaskan tali melilit leher S.
" Lalu bergegas membawa korban ke Puskesmas Bangkala untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 22.30 Wita," ujar AKP Syahrul.
Dalam keterangan lanjutan, AKP Syahrul menambahkan bahwa korban dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tertutup.
Korban baru menikah dengan M selama satu tahun. Namun selama pernikahan itu, mereka belum dikaruniai seorang anak.
" Korban juga merupakan tulang punggung keluarga yang merupakan anak pertama dari keluarganya. Korban telah dibawa pulang oleh keluarganya di rumah duka di Kampung Mallasoro," kata AKP Syahrul.
Korban tidak menjalani autopsi karena keluarganya menerima kematiannya. Meski begitu, keluarga korban tetap harus menandatangani surat pernyataan penolakan dan berita acara penolakan autopsi.
Sumber: Rakyatku.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya