Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Tinggal dekat dengan alam membuat mayoritas masyarakat memilih bekerja dalam bidang pengelolaan hasil alam.
Namun, tidak semua menerapkan aturan keselamatan kerja yang baik. Sehingga sangat rawan terjadinya kecelakaan kerja.
Dilansir Metro, seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun, Ianto Jenkins, tewas setelah terlindas truk saat bermain sepeda dengan saudaranya di sebuah peternakan di Efailwen, Pembrokeshire, Wales.
Tragisnya lagi, balita itu tewas terlindas truk ayahnya yang hendak keluar dari area pertanian. Kakak perempuan Ianto yang melihat kejadian itu segera berlari ke rumah dan berteriak kepada neneknya.
“ Mamu, Ianto sudah mati,” teriak kakak Ianto kepada neneknya, dikutip dari metro.co.uk.
Neneknya kemudian bergegas keluar. Pada awalnya, nenek itu mengira Ianto jatuh dari sepedanya. Tetapi ketika dia mendekat, melihat bahwa cucunya sudah meninggal.

Sang ayah mengatakan, anaknya sedang bermain di halaman pertanian di area luar rumah. Saat itu gerbang terlah ditutup untuk membuat area yang aman.
" Saya memeriksa kedua kaca spion saya dan melihat bagian belakang dan samping trailer. Dan saya kemudian melihat dari balik bahu saya ke sisi dekat untuk memeriksa titik buta. Merasa aman, saya kemudian maju ke depan dan melaju di jalur pertanian ke arah jalan," kata Jenkins.

Jenkins mengaku bahwa dirinya sudah mengecek keadaan sekitar namun tidak melihat adanya kehadiran kedua anak dan keponakannya.
" Saya tidak melihatnya sama sekali meskipun sudah memeriksa cermin saya dan melihat dari balik bahu saya sebelum menarik diri. Ketika saya sampai di puncak trek, saya menerima telepon dari ibu saya dan ibu saya terus mengatakan Ianto sudah meninggal. Itu adalah panggilan terburuk dalam hidupku,” terangnya.

Sebagai ayah, Jenkins mengaku bahwa rasa sedih dan bersalah itu tidak bisa hilang dari hidupnya.
“ Sebagai ayahnya, keadaan kematiannya yang baru berusia 3 tahun adalah mimpi buruk yang akan saya jalani selama sisa hidup saya. Saya masih memiliki kilas balik ke kecelakaan itu dan tidak ada hari berlalu tanpa saya tidak memikirkan apa yang terjadi. Rasa sakit dan rasa bersalah akan tetap bersama saya selama sisa hidup saya,” ungkapnya.
Berdasarkan pemeriksaan, Ianto menderita cedera kepala dan meninggal seketika. Penyelidik tidak menemukan kesalahan dengan truk yang digunakan.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya