Jabar Ajak Generasi Muda Pelajari Kitab Kuning

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 11 Desember 2018 19:00
Jabar Ajak Generasi Muda Pelajari Kitab Kuning
Saat ini, banyak generasi muda tidak paham kitab kuning yang menjadi rujukan dalam keilmuan Islam.

Dream - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong minat masyarakat, terutama di luar pesantren, untuk mempelajari kitab kuning. Salah satunya dengan menggelar Musabaqah Qira'atil Kutub (MQB).

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan MQK adalah ajang perlombaan untuk membangun silaturahmi antarpesantren.

" Melalui lomba ini, saya berharap hubungan silaturahim antarpesantren dapat semakin kuat," ujar Uu saat membuka MQK Jabar 2018, dikutip dari merdeka.com.

Uu berharap program ini bisa menumbuhkan minat mempelajari kitab kuning di kalangan generasi muda. Menurut dia, generasi muda saat ini kurang memahami kitab kuning.

Gelaran ini diikuti oleh para santri dari pesantren di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Di ajang ini, ada tiga kategori yang dilombakan yaitu Musabaqah Tilawatil Qutub, Hafidzul Kutub, dan Pidato Berbahasa Indonesia.

 Wagub Jabar mensosialisasikan program MQB

(Wagub Jabar meresmikan program MQB, Foto: Facebook @humasjabar)

" Pidato jangan di kobong (pondok pesantren) dan di lembur (kampung) saja, tapi juga di wilayah kota. Kan pinter di kobong belum tentu bisa tampil di umum. Ini melatih keberanian mereka berdakwah," kata Uu.

Kitab kuning merupakan literatur yang menjadi rujukan keilmuan dalam Islam. Kitab-kitab tersebut memiliki beragam cakupan ilmu agama mulai fikih (hukum syariat), tasawuf, hingga siyasah dan kerap dipelajari di pesantren.

Kitab kuning juga merupakan karya dari para ulama yang kerap ditemukan adanya perdebatan akibat perbedaan cara pandang. Hal itu membuat khazanah keilmuan dalam Islam meluas dan berkembang hingga saat ini.(Sah)

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara