Pusat Data Manuskrip Alquran Nusantara Resmi Diluncurkan

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 4 Desember 2018 15:00
Pusat Data Manuskrip Alquran Nusantara Resmi Diluncurkan
Menjadi rujukan peneliti untuk mengenal mushaf yang beredar di Nusantara.

Dream - Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Pusat Data Manuskrip Alquran Nusantara, di Gedung Bayt Al-Quran, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Senin 3 Desember 2018. Pusat data ini diberi nama Southeast Asian Mushaf.

Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Muchlis Hanafi, mengatakan bahwa peluncuran pusat data manuskrip Alquran Nusantara ini diinisiasi para peneliti LPMQ. Dia berharap pusat data ini memudahkan peneliti untuk mendalami manuskrip Alquran dari berbagai daerah di Nusantara.

“ Penulisan Manuskrip Alquran masa lalu sesungguhnya sudah cukup maju, karena pada manuskrip yang ditemukan peneliti di beberapa bagiannya ada yang mencantumkan beberapa bagian dari ulumul Quran, seperti catatan tentang qiraah, hitungan ayat, bahkan hitungan jumlah huruf dalam Al-Quran,” kata Muchlis, dikutip dari kemenag.go.id, Selasa, 4 Desember 2018.

Sementara itu, menurut filolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Oman Fathurahman, peluncuran pusat data manuskrip Alquran Nusantara ini sudah dinanti masyarakat awam. Menurut dia, Indonesia merupakan negara dengan kekayaan manuskrip, namun belum ada pusat data yang bisa diakses. Khususnya terkait dengan mushaf.

Laman mushaf Alquran© Istimewa

Pusat data manuskrip Alquran Nusantara ini akan menampilkan beberapa mushaf dari berbagai daerah di Tanah Air, misalnya, Kepulauan Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Ambon, dan Maluku. Di dalamnya juga terdapat manuskrip Alquran Nusantara yang dikoleksi oleh Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam, dan Filipina.

Selain diluncurkan, LPMQ juga akan menggelar workshop Manuskrip Alquran Nusantara. Sebelumnya, LPMQ telah melakukan serangkaian workshop sejenis di beberapa perguruan tinggi Islam di Indonesia.

Beri Komentar