(Foto: CBS MIAMI)
Dream - Seorang petani anggrek di Amerika Serikat berhasil menangkap seekor ular piton berukuran raksasa.
Dusty 'The Wildman' Crum, yang juga pemburu ular di waktu senggangnya, mendapat pekerjaan dari Dinas Perairan Distrik South Florida untuk membersihkan sebuah area dari ular piton.
CBS Miami melaporkan ular piton yang ditangkap Dusty kali ini adalah yang terbesar selama proses pembersihan ular yang dilakukan Dinas Perairan Distrik South Florida di wilayahnya.
Bukan tugas yang mudah bagi Dusty untuk menangkap ular piton sepanjang 5,10 meter tersebut. Dia menganggapnya seperti pertarungan antara dua pegulat profesional di WrestleMania.
" Penangkapan ular itu seperti pertarungan antara Andre the Giant dengan Hulk Hogan," katanya sambil mengalungkan ular raksasa itu di bahunya.
Saat menangkap ular itu di Everglades, Florida , Dusty juga menemukan 78 butir telur di sarangnya.
" Ini adalah ular terbesar yang pernah aku tangkap seumur hidupku," tambahnya.
© Dream
Berkat tangkapannya itu, Dusty dibayar cukup mahal. Dinas Perairan Distrik South Florida membayar para pemburu ular seperti Dusty US$8.10 (sekitar Rp 108 ribu) per jam.
Jika ular yang ditangkap panjangnya 1,2 meter, seorang pemburu ular akan dibayar US$50 (sekitar Rp 667 ribu). Mereka akan mendapat tambahan uang US$25 (sekitar Rp 334 ribu) untuk setiap meternya jika panjangnya melebihi ukuran tersebut.
Dengan panjang ular mencapai 5,10 meter, Dusty mendapat bayaran US$375 (sekitar Rp 5 juta). Nilai tersebut setara dengan jika dia menangkapnya sendiri dan menjual kulitnya.
© Dream
Tapi yang ditangkap oleh Dusty bukan yang terbesar yang pernah ada. Rekor lokal menyebutkan seekor ular piton berukuran panjang 5,5 meter dengan berat mencapai 160 kilogram. Sementara ular yang ditangkap Dusty beratnya 130 kg.
Di Everglades terdapat ribuan ekor ular piton yang masih berkeliaran di alam bebas atau di sekitar pemukiman.
Karena itu jarang sekali penduduk di Everglades melihat rakun atau burung. Ular piton di Everglades bahkan memangsa aligator.
" Untuk itu kami mengendalikan populasi mereka dengan mengambil telurnya," kata Dusty.
(Sumber: cbsnews.com)