Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Instagram.com/@newdramaojol.id
Dream - Tak ada satupun manusia yang bisa menebak kapan ajal menjemput. Saat tengah sholat, tertidur, atau bekerja, malaikat maut bisa sewaktu-waktu datang dan memisahkan ruh dari raga.
Takdir inipula yang tak pernah diduga seorang wanita driver ojek online (Ojol). Dia menghadapi Sang Pencipta dalam posisi tengah duduk di atas motor yang selama ini menjadi tumpuan hidup.
Dalam keadaan masih memakai jaket dan duduk di atas motornya, seorang ibu diberitakan terkulai secara tiba-tiba. Beberapa saat kemudian, driver itu sudah tidak bernapas.
Peristiwa ini awalnya diunggah di akun Instagram @newdramaojol.id. Tidak berselang lama, kabar itu viral di media sosial.
Berdasarkan unggahan tersebut, driver itu dikatakan berasal dari Magelang, Jawa Tengah.
Dalam unggahannya, admin akun menduga ibu tersebut meninggal dunia karena kelelahan yang memicu serangan jantung.
" Driver magelang meninggal di atas motor ny akibat kelelahan dan terkena serangan jantung ,, bagi driver yg lainnya agar menjaga kesehatan dan mejaga fisik agar tetap semangat ,, semoga khusnul khotimah," tulis akun @newdramaojol.id.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi mengenai peristiwa pilu tersebut. Demikian pula dengan lokasi tepatnya, termasuk identitas driver.
Dream - Penyakit jantung koroner saat ini bukan hanya terjadi pada mereka yang berumur. Banyak usia muda, sekitar 30an hingga 40an, juga sudah mengalami masalah jantung serius. Gaya hidup yang tidak sehat memang jadi salah satu faktor pencetusnya.
Dokter Johan Winata, Sp.JP (K),FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah rumah sakit Pondok Indah Puri Indah, memberi penjelasan terkait pemicu utama terjadinya masalah jantung. Penting untuk diketahui Sahabat Dream, yang masih berusia muda.
Menurut dr. Johan, ada tiga pemicu utama terjadinya serang jantung akibat jantung koroner. Apa saja?
1. Riwayat keluarga
Jika keluarga seperti orang tua, kakek, nenek atau buyut, ada yang memiliki penyakit jantung maka perlu lebih perhatian pada kesehatan jantung. Lakukan pemeriksaan jantung secara rutin karena penyakit jantung juga dipengaruhi oleh faktor genetik.
" Segera cek ke dokter agar tidak terlambat mengetahui dan bisa mencegahnya," ujar dr. Johan, saat ditemui di Senayan City, Jakarta, 10 Juli 2018.
2. Gula darah
Tidak menjaga pola makan dan jarang olahraga dapat membuat timbunan lemak dan mengganggu kelancaran aliran darah ke jantung. Cek secara total kadar LDL ( lemak jahat) dan HDL ( lemak baik). Hal juga sangat penting adalah melakukan pemeriksaan gula darah. Saat gula darah dalam level yang tinggi, cenderung akan menimbulkan komplikasi penyakit lain, termasuk jantung.
3. Merokok
Jelas tertera dibungkus rokok bahwa selain menyebabkan hipertensi juga serangan jantung. Kurangi atau hindari rokok demi kesehatan jantung.
Dokter Johan juga menjelaskan ada gejala khas pada mereka yang mengalami serangan jantung. Gejalanya berupa nyeri di dada.
" Gejala serangan jantung menjadi tiga yaitu nyeri dada berkepanjangan selama 15 menit, nyeri dada akibat aktivitas ringan yang berlebihan dan nyeri dada ringan yang sering diabaikan lalu menjadi sulit hilang," ungkapnya.
Nyeri khas pada jantung koroner, dijelaskan dr. Johan, timbul di belakang tulang dada/sebelah kiri. Penyebabnya adalah penyempitan pembuluh darah dan serangan jantung. Saat serangan jantung nyeri akan terasa sangat sakit, bersama dengan keringat dingin, mual bahkan muntah.
Dream - Sindroma Koroner Akut (SKA) atau yang dikenal dengan serangan jantung merupakan pembunuh terbesar nomor dua setelah strok. Sifatnya yang spontan membuat pasien tidak memiliki banyak waktu.
Serangan jantung dipicu oleh penyumbatan di pembuluh darah. Akibatnya, otot jantung kehilangan pasokan nutrisi dan oksigen karena darah tidak bisa mengalir ke dalam jantung.
Meski kerap terjadi secara mendadak, SKA sebenarnya masih dapat disembuhkan. Waktu memegang peran penting dalam upaya penyelamatan.
" Serangan jantung ditandai dengan nyeri dada, keringat dingin, sensasi kesemutan hingga tercekik selama lebih dari 20 menit," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Ade Median Ambari, di Jakarta, Senin 18 Februari 2019.
Penyumbatan pembuluh darah dapat dikategorikan menjadi oklusi (penyumbatan) total dan parsial. Untuk mengatasinya, dokter akan melakukan reperfusi atau tindakan membuka pembuluh darah.
Jika penyumbatan sudah mencapai 50-70 persen, maka harus dilakukan pemasangan ring atau operasi bypass.
" Pasien dengan kondisi oklusi total harus segera ditangani sebelum mengalami gagal jantung. Sebaiknya dalam 3 jam segera di bawa ke rumah sakit karena memang tidak ada pilihan lain," ujarnya.
Jadi Korban Berita Hoax, Pria Meninggal Kena Serangan Jantung
Nantinya, pasien akan melalui pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), marka jantung, tes laboratorium, foto dada hingga tindakan lanjut seperti CT Scan. Pasien dapat sembuh dan beraktifitas seperti biasa.
Perlu diingat bahwa terapi obat-obatan tidak boleh dilewatkan. Sebab, risiko kambuh bisa mencapai 35 persen. Penyumbatan bisa terjadi di tempat yang sama atau di arteri lainnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya