7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Kementerian Kesehatan menyatakan vaksin Covid-19 buatan Sinovac akan habis masa berlakunya pada 25 Maret 2021. Vaksin yang dimaksud merupakan batch I.
" Kami sampaikan bahwa yang akan kedaluwarsa merupakan vaksin CoronaVac batch 1 yaitu sejumlah 1,2 juta dosis dan 1,8 juta dosis," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi.
Menurut Nadia, total 3 juta dosis tersebut digunakan untuk tenaga medis sebanyak 1.450.000 orang. Juga untuk 500 ribu petugas layanan publik.
" Saat ini, vaksin ini sudah habis kita gunakan," kata dia.
Nadia menyebutkan vaksin yang akan kedaluwarsa ini memiliki kemasan berbeda dengan vaksin baru. Vaksin tersebut dikemas dalam botol kecil berisi satu dosis untuk sekali suntik.
" Sementara vaksin Sinovac yang saat ini kita gunakan untuk usia di atas 60 tahun dan petugas pelayanan publik lainnya adalah menggunakan kemasan botol besar atau vial yang berisikan 10 dosis atau dapat diberikan kepada 10 orang sasaran vaksinasi," kata dia.
Sumber: Merdeka.com/Supriatin
Dream - Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Sinovac, Kusnandi Rusmil, meminta agar vaksin Sinovac batch I digunakan secepatnya. Ini mengingat vaksin tersebut akan kedaluwarsa pada 25 Maret 2021.
Kusnandi mengatakan vaksin Sinovac dikembangkan dengan platform inactivated dan umumnya memiliki masa berlaku selama 2 tahun. Demikian pula pada vaksin batch I yang digunakan di Indonesia.
" Karena kita dapatnya yang sekarang ini kan kiriman dari Wuhan (China), jadi kalau bisa yang sekarang ini dipakai dulu secepat-cepatnya karena sudah hampir dua tahun," ujar Kusnandi dalam diskusi virtual 'Memahami COVID-19 dan Mutasi Virus', disiarkan channel YouTube Satgas COVID-19 Perubahan Perilaku.
Untuk batch II, kata Kusnadi, punya masa berlaku selama dua tahun. Saat ini, batch II tersebut sedang diproduksi oleh Bio Farma.
" Nah yang baru mau dibikin oleh Bio Farma, kan baru diupgrade isinya, jadi yang baru ini tambah dua tahun lagi," kata dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?