Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Video pengakuan tentang ajakan oknum guru di SMA 87 Jakarta kepada siswanya untuk membenci Presiden Joko Widodo, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak yang mengecam aksi guru tersebut.
Video berisi pernyataan orangtua salah satu siswa SMA 87 Jakarta diunggah kembali di akun Instagram @artha_mayhendra20.
Dalam video tersebut, para siswa yang sudah memiliki hak suara juga diminta untuk tidak memilih Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.
Menanggapi beredarnya video tersebut, Kepala Sekolah SMA 87 Jakarta, Patra Patria, mengatakan guru yang bersangkutan sudah dipanggil pihak sekolah. Sang guru diminta memberikan penjelasan terkait apa yang sebenarnya terjadi.
" Saya sudah panggil guru tersebut hari Senin, dan melakukan pembinaan disaksikan oleh wakil-wakil serta Kepala TU (Tata Usaha)," kata Petra saat dihubungi Dream melalui aplikasi WhatsApp, Rabu 10 Oktober 2018.
Patra menuturkan, guru tersebut sudah menyatakan permohonan maaf. Juga sudah menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya.
" Yang bersangkutan sudah buat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya, serta minta maaf," ucap dia.
Dihubungi secara terpisah, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto berharap Dinas Pendidikan segera bertindak agar permasalah ini tidak meluas.
" Jika (isu itu) benar, tentu Dinas Pendidikan perlu melakukan langkah pencegahan dan antisipatif," ujar Susanto.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya