Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gempa Berskala 6,3 Magnitudo Mengguncang Jawa Timur Dan Bali, Kamis Dini Hari, 11 Oktober 2018. (Foto: BNPB)
Dream – Gempa bumi berkekuatan 6,3 Skala Richter (SR) mengguncang Jawa Timur dan Bali, Kamis, 11 Oktober 2018, pukul 01.57 WIB. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT.
Tepatnya, gempa bumi ini berlokasi di laut pada jarak 55 kilometer arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur pada kedalaman 12 kilometer.
Dilaporkan, gempa tidak berpotensi tsunami.
Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasar laporan BPBD Jawa Timur korban meninggal akibat gempa berjumlah tiga orang.
" Korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh," kata Sutopo di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream.

Berikut ini adalah tiga orang korban yang meninggal dunia.
Sutopo menyebut, kejadian gempa Kamis dini hari terjadi saat korban sedang tidur. Saat gempa mengguncang, rumah roboh dan korban tidak bisa menyelamatkan diri.
Sutopo juga mengatakan gempa ini merusak sejumlah bangunan. Daerah Sumenep disebut sebagai lokasi yang mengalami kerusakan parah akibat gempa 6,3 magnitudo.
" Beberapa rumah mengalami kerusakan. Daerah yang terparah adalah di Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep Jawa Timur," kata dia.
Saat ini, BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Sumenep masih melakukan pendataan rumah yang rusak.

Berikut ini rincian bangunan yang rusak akibat gempa di Situbondo.
Gempa berkekuatan 6,3 magnitudo terasa di seluruh wilayah Jawa Timur meliputi Kabupaten/Kota Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Kab. Probolinggo, Kota Probolinggo, Bondowoso, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Kab. Pasuruan Kota Pasuruan, Kota Batu, Kota Malang, Kab. Malang, Kab. Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Kab. Mojokerto, dan Kota Mojokerto.

Berdasarkan analisis peta gempa, intensitas gempa dirasakan III-IV MMI di Denpasar, III MMI di Karangkates, III MMI di Gianyar, III MMI di Lombok Barat, III MMI di Mataram, III MMI di Pandaan.
Artinya gempa dirasakan ringan hingga sedang. Secara umum tidak banyak dampak kerusakan akibat gempa. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya