Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Senja Berkabut Berlatar Kebun Teh Dan Gunung Salak Dapat Dinikmati Dari Kawasan Wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Liputan6.com/Muhamad Nuramdani)
Dream - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan kondisi kondisi Gunung Salak saat ini normal. Penyataan itu sekaligus membantah kabar yang menyebutkan kondisi gunung di perbatasan Bogor dan Sukabumi itu mengalami erupsi.
Sebelumnya beredarnya kabar Gunung Salak mengalami erupsi dengan mengutip informasi dari laman Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin.
" Hasil observasi lapangan yang dilakukan secara langsung oleh pengamat Gunung Salak hingga pukul 20:00 WIB tidak teramati adanya jatuhan atau hujan abu vulkanik dan tidak terdengar suara dentuman baik di wilayah puncak Gunung Salak maupun di sekitar lerengnya seperti di wilayah Taman Nasional Cidahu," tulis pernyataan resmi PVMBG kepada Dream, Rabu, 10 Oktober 2018.
Dari hasil pengamatan visual hingga sore tadi, PVMBG menyatakan Gunung Salak tertutup kabut dan cuaca hujan. Asap kawah utama dengan ketinggian maksimum 100 meter dari puncak.
" Bertekanan lemah dengan warna putih dan intensitas tipis," kata PVMBG.
Sementara dari data aktivitas kegempaan, selama Oktober 2018, terekam 23 kali gempa dengan amplitudo 2 - 9 milimeter dan lama gempa 15 - 70 detik. Selain itu terekam, 11 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 2 - 10 milimeter dan lama gempa 8 - 23 detik.
Adapun gempa tektonik lokal tercatat 4 kali dengan amplitudo 2 - 21 milimeter, S-P 5 - 9 detik dan lama gempa 17 - 78 detik. Sedangkan 73 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 1 - 23 milimeter, S-P 10.5 - 75 detik dan lama gempa 33 - 430 detik.
" Rekaman gempa pada tanggal 10 Oktober 2018 hingga pukul 20:00 WIB tidak teramati peningkatan kegempaan di Gunung Salak," sebut informasi itu.
Berdasarkan data-data di atas, PVMBG menyimpulkan Gunung Salak tidak mengalami erupsi. Gunung di kawasan Jawa Barat ini berada pada tingkat aktivitas Level I atau normal.
" Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya." (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya