Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Penampilan Ratna Sarumpaet Berbaju Tahanan Saat Cek Kesehatan

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 10 Oktober 2018 17:01
Penampilan Ratna Sarumpaet Berbaju Tahanan Saat Cek Kesehatan
Pemeriksaan untuk tersangka itu rutin digelar polisi.

Dream - Aktivis Ratna Sarumpaet saat ini sedang menjalani 20 hari masa tahanan di Mapolda Metro Jaya, terkait kasus penyebaran informasi hoaks. Seperti para tahanan lain, Ratna juga rutin diperiksa kesehatannya.

Dengan menggunakan baju tahanan berwarna orange, Ratna terlihat memasuki Gedung Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya. Kepada para jurnalis, Ratna menyampaikan kondisinya saat ini dalam keadaan baik

" Sehat, sehat," jawab Ratna ditanya soal kesehatannya sebelum memasuki Gedung Biddokkes Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 20 Oktober 2018.

Perihal tindakan pemeriksaan kesehatan ini, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan jika proses ini memang rutin dilakukan kepada tersangka yang menjalani masa tahanan.

" Pemeriksaan tim dokter, pemeriksaan rutin," ucap dia.(Sah)

 

1 dari 4 halaman

Kisah Ratna Sarumpaet Mencari Uang Gaib Rp23 Triliun

Dream - Ratna Sarumpaet ternyata tak hanya menjadi pelaku pembohongan dalam kasus wajah lebam beberapa waktu lalu. Aktivis wanita ini pernah juga menjadi korban dari kebohongan yang dilakukan orang lain beberapa hari sebelum kasus wajah lebam muncul.

Kabar mengejutkan ini disampaikan Nufransa Wira Sakti, dalam unggahannya di akun Facebook pribadinya dikutip Dream Senin, 8 Oktober 2018.

Mengawali kisahnya, Nufransa mengaku pernah mendapat pesan Whatsapp dari salah seorang jurnalis sekitar 17 September 2018. Kala itu sang jurnalis meminta klarifikasinya sebagai Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan terkait pernyataan Ratna Sarumpaet soal pemblokiran dana.

" Dia (RS) menyatakan bahwa ada pelanggaran kekuasaan, dalam hal ini Presiden Jokowi sebagai kepala pemerintahan dan dilakukan oleh Menteri Keuangan dengan melakukan pemblokiran dana swadaya Papua.. Wah ada apa ini?" tulis Nufransi mengisahkan kejadian tiga pekan yang lalu itu.

Nufransa akhirnya mengetahui jika RS menyatakan Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) telah didatangi seseorang bernama Ruben PS Marey. Pria ini mengaku telah menerima dana dari donatur sekitar Rp23,9 triliun. Dana itu rencananya akan digunakan untuk membangun Papua.

Ruben mengatakan memperoleh dana transfer dari World Bank dan tersimpan dalam rekening pribadinya sejak 2016.

2 dari 4 halaman

Saat Itu Tuduh Menkeu Blokir Uang Rp23 Triliun

Namun, menurut pengakuan Ruben, dana itu tiba-tiba hilang dan dia menuduh menteri keuangan melakukan pemblokiran sepihak atas dana yang disimpan di salah satu bank nasional di Indonesia.

" Setelah berkoordinasi dengan kolega di Kementerian Keuangan, saya memberikan jawaban yang soft karena tidak ingin menguras energi untuk sebuah pernyataan yang menggelikan dari RS," kata Nufransa.

Kepada jurnalis yang meminta klarifikasi tersebut, Nufransa memberikan jawaban jika kementeriannya hanya mengatur kebijakan pengaturan rekening milik Kementerian/Lembaga negara mulai pemberian izin pembukaan rekening sampai menutup atau memblokir rekening

" kebijakan tersebut tidak berlaku untuk rekening atas nama pribadi/perorangan yang tidak berhubungan dengan penerimaan dan pengeluaran negara melalui APBN," ujarnya.

Jawaban itu belum sepenuhnya memuaskan sang jurnalis. Dua hari berselang, si jurnalis dan media lain juga masih menanyakan tentang kases pemblokiran dana tersebut. Hal itu memaksanya untuk berkoordinasi dengan pihak World Bank.

" Selain jawaban sama seperti di atas, saya tambahkan juga keterangan bahwa kami juga sudah bertanya kepada pihak World Bank dan mereka tidak berhubungan dengan rekening perseorangan/pribadi," ujarnya.

 

3 dari 4 halaman

Mengaku Sudah Hubungi Direktur World Bank

Mobil Diderek Dishub, Ratna Sarumpaet Telepon Anies

Tak disangka, jawaban yang diberikan Kemenkeu ternyata dibantah RS. Untuk meyakinkan publik, RS mengaku memiliki bukti dan telah mengonfirmasi ke pihak World Bank.

Nufransa mengungkapan RS bahkan mengatakan jika pihak World Bank tak pernah mendapat telepon dari Kemenkeu. Tak hanya itu. RS mengaku telah berbicara dengan seorang direktur World Bank yang menjadi pengganti Sri Mulyani.

" Sangat menggelikan juga ketika RS menyatakan kepada wartawan bahwa pengganti Sri Mulyani adalah orang Indonesia. Padahal pengganti Sri Mulyani Indrawati di Bank Dunia adalah bukan orang Indonesia."

Merasa perdebatan yang terjadi sudah tak masuk akal, Nufransa akhirnya meminta pihak World Bank untuk memberikan pernyataan terkait tudingan RS.

" Pihak World Bank pun menyetujuinya dan dimuat oleh beberapa media online. Media mencatat seperti ini: terkait dengan tuduhan yang keliru baru-baru ini bahwa Bank Dunia terlibat transaksi keuangan dengan pihak perorangan di Indonesia, dengan ini Bank Dunia kantor Jakarta memberikan klarifikasi bahwa tuduhan tersebut tidak benar."

 

4 dari 4 halaman

Berkilah Uang Transfer dari 7 Raja Nusantara

Pernyataan World Bank ternyata tak membuat RS kapok. Kali ini RS malah berkilah jika dirinya tak pernah mengatakan jika dana Rp23 triliun merupakan uang dari World Bank. RS menyatakan World Bank hanya pihak yang dilapori Bank Indonesia.

Jurus baru pun dibuat oleh RS. Kali ini RS membuat alasan baru jika dana triliunan rupiah itu berasal dari tujuh keturuan raja-raja di Nusantara.

" Ada tujuh orang yang melapor sama saya. Tujuh orang ini adalah keturunan raja-raja Nusantara," ujar Ratna ditulis Nufransa dalam unggahan itu.

Melihat gelagat tersebut, Nufransi menilai RS sudah terpojok dan malu mengakui kesalahannya. Meski tak lagi memperhatikan pemberitaan tersebut, Nufransa mengaku sempat meladeni beberapa jurnalis yang masih menanyakan tentang pemblokiran rekening.

" Saya jawab yang sama dengan sebelumnya dan ditambahkan bahwa pernyataan tersebut tidak benar dan ngawur," katanya.

" Tak lama, berita tentang hal tersebut berangsur hilang. Barangkali karena media sudah mulai menyadari keanehan RS dan juga ada unsur tertipu dari orang lain."

Beri Komentar