Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Viral Guru Honorer Tempuh Jarak 40 Km Demi Mengajar Selama 13 Tahun, Gajinya Bikin Miris
Dream - Guru adalah salah satu pekerjaan mulia karena jasanya memberikan ilmu pada banyak orang. Hampir semua orang di dunia ini membutuhkan guru untuk mencapai kesuksesan.
Namun jika melihat antara perjuangan dan penghasilan yang diperoleh, profesi guru kadang tidak dihargai dengan bayaran yang setimpal. Tanpa bekal berupa niat yang ikhlas mendidik serta rasa cinta kepada anak didiknya, semua pengorbanan itu berusaha dianggap sebagai bentuk ibadah.
Belum lagi usaha untuk menjadi seorang guru. Butuh pengorbanan dari sekolah hingga perguruan tinggi dengan biaya mahal untuk mendapatkan sarjana pendidikan, hingga sertifikasi agar diakui sebagai tenaga pendidik.
Baru-baru kisah seorang guru honorer viral di media sosial lantaran perjuangannya tak sebanding dengan gaji yang diterima.
Adalah Sahari, salah satu guru di Sulawesi Selatan yang telah mengajar lebih dari 13 tahun. Meski telah lama mengabdi untuk mendidik anak-anak bangsa, Sahari masih harus mengalami kesulitan, terutama finansial.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @Insta_julid, Sahari menceritakan perjuangannya untuk bisa sampai ke sekolah tempat ia mengajar.
Ia mengaku harus berjalan kaki melewati hutan untuk sampai di sekolah tempat ia mengajar, SDN 60 Bung, Sulawesi Selatan.
Perjuangan yang tidak mudah lantaran jarak rumah dengan sekolah sejauh 40 kilometer. Sahari harus menjalani jalur itu setiap hari selama 13 tahun ia mengabdi.

" Jalan kaki jauh, mana lagi melewati hutan, banyak binatang buas, tapi saya bersabar, InsyaAllah tuhan yang lihat semuanya," ujarnya.
Meski kini usianya tak lagi muda, semangatnya belum goyah untuk mengajar. Mirisnya, semua perjuangan itu tidak sebanding yang gaji yang ia terima.

" Berapa bu penghasilan guru honorer di sana?," tanya pembawa acara saat Sahari menjadi bintang tamu dalam salah satu stasiun TV.
" Malu mengucapkan. Barang kali mas kaget mendengarkan, kalau dalam satu bulannya itu cuma Rp 100 ribu," ujarnya.
Meski gaji yang ia terima sangat sedikit, ia mengaku tetap bertahan menjadi guru di sana karena tidak tega dengan murid-muridnya.
" Kalau saya mengucapkan saya mau pindah menangis semua murid, dia peluk saya 'ibu jangan pindah' 'kalo ibu pindah kita ini bagaikan ayam yang kehilangan induknya'," jelasnya.
Unggahan tersebut sontak menarik simpati warganet. Tak sedikit yang menyalahkan pemerintah karena minimnya kesejahteraan guru.
" yg begini seharusnya lgsg diangkat jadi pns..gak usah pake tes tesan....😢."
" MasyaAllah...semoga jasa dan jerih payah mu melahirkan siswa siswi hebat dan cerdas dibalas berlipat" ganda oleh Allah SWT.Aamiin #sedih😢."
" Sehatkan n lancarkan rejeki ibu guru ini...smoga anak2 didiknx menjadi orang yg berguna...amin."
" Gpp 100rb gajinya bu. InshaAllah surga jaminannya. Aamiin."
" Pemerintah gini bgt ngegaji guru. Ya Allah. Guru skrg udah ga jd cita2 anak jaman skrg. Kalo dl, ditanya bsk gede mau jd apa, banyak bgt yg jawab guru Skrg. Blasss ga ada yg jawab pengen jd guru 😢."
View this post on Instagram
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan