Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Viral Kisah Wanita Tersubur Di Dunia, Punya 44 Anak Di Usia 40 Tahun (Shutterstock)
Dream - Menjadi seorang ibu merupakan sebuah karunia bagi wanita. Namun tak bisa dipungkiri menjadi ibu bukanlah perkara mudah.
Merawat dan membesarkan satu anak membutuhkan kesiapan mental dan fisik. Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi Mariem Nabatanzi.
Di usianya yang menginjak 40 tahun, ia sudah melahirkan dan merawat 44 anak. Ibu di Uganda ini telah mencatatkan namanya dalam rekor dunia sebagai ibu dengan anak terbanyak.
Meski namanya tercatat di rekor dunia, Mariem menghadapi banyak tantangan dalam menghadapi kelahiran anak kembar, kembar tiga, dan kembar empat.

Sejak menikah pada usia 12 tahun setelah dijual oleh orangtuanya, Mariem telah menghadapi berbagai masalah kesehatan akibat tingkat kesuburannya yang tinggi.
Salah satunya sindrom hiperstimulasi ovarium yang parah yang dapat mengancam nyawanya.
Meski demikian, dokter mengatakan kepadanya bahwa melahirkan adalah satu-satunya cara untuk mengurangi tingkat kesuburannya.
Mariem menghadapi keterbatasan ekonomi serta perhatian medis yang terbatas di pedesaan Uganda.
Bersama dengan anak-anaknya, dia tinggal di rumah yang sempit dan sederhana, terbuat dari balok semen beratap seng.
Meskipun ada beberapa sumbangan yang diberikan oleh orang baik hati, namun mereka tetap harus tidur dalam kamar tidur yang sangat sempit.

Hingga kini, Mariem telah kehilangan enam anaknya karena sakit semenjak kelahiran.
Mirisnya, kini Mariem harus membesarkan semua anaknya seorang diri karena suaminya telah kabur.
Namun demikian, meskipun menghadapi berbagai tantangan, putranya menganggap Mariem sebagai pahlawannya. Di sisi lain, Mariem merasa diberkati dengan punya banyak anak.
Walau harus menghadapi situasi sulit, Mariem terus berjuang untuk menghidupi keluarganya.
Sumber: New York Post
Laporan: Cika Puspita
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya