Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Viral! Koper-koper Penumpang Dibanting Sampai Terlempar Dari Konveyor
Dream - Penyimpanan bagasi merupakan salah satu layanan yang diberikan oleh tiap maskapai kepada penumpang pesawat. Biasanya terdapat maksimal berat dan ketentuan lainnya yang wajib dipatuhi penumpang
Namun, beberapa maskapai memberikan layanan yang tidak memuaskan bagi penumpang. Seperti salah satu maskapai penerbangan berikut ini.
Baru-baru ini beredar sebuah video yang menampilkan tiga petugas bandara terlihat sedang melempar koper dan membanting tas ke sabuk konveyor di bandara Melbourne, Australia.
Video berdurasi satu menit itu menunjukkan petugas tersebut dengan sengaja membanting barang bawaan tersebut.

Salah satu tas bahkan terlihat dilempar hingga terjatuh dari sabuk konveyor. Dalam video tersebut, ketiga pria berjaket hi-vis itu terlihat tersenyum saat melempar barang bawaan.
Ketiga petugas dalam video tersebut merupakan karyawan subkontraktor Swissport Qantas, yang digunakan Qantas untuk melakukan Layanan Penanganan Darat atau Ground Handler di bandara Melbourne.
Tim resmi dari Qantas memberikan klarifikasi terkait video yang beredar. “ Tingkah laku dalam video ini jelas tidak dapat diterima, dan ground handler kami yang dikontrak sedang melakukan penyelidikan mendesak,” kata juru bicara Qantas, dikutip dari The Guardian.
Ia memastikan bahwa ketiga pria itu tidak akan bekerja lagi di Qantas.
“ Tindakan staf dalam video tampaknya bertentangan dengan standar tingkat layanan tersebut. Akibatnya, staf yang bersangkutan telah mundur sambil menunggu penyelidikan mendesak," kata salah satu perwakilan dari Swissport.

Kepala eksekutif Swissport, Brad Moore, mengatakan bahwa masalah ini akan diselidiki dengan urgensi dengan tindakan tindak lanjut yang sesuai. Pengadilan pun telah mengeluarkan hasil dari penyelidikan yang dilakukan.
Pengadilan federal memutuskan tindakan Qantas itu ilegal, dan Serikat Pekerja Transportasi, yang mewakili para pekerja, akan mencari kompensasi bagi mereka yang kehilangan pekerjaan. Qantas telah mengajukan banding atas keputusan tersebut ke pengadilan tinggi.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam