Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Desa Wai Muli Lampung Setelah Diterjang Tsunami. �©2018 Merdeka.com
Dream - Aksi siaran langsung dengan layanan Instagram yang dilakukan sepasang muda-mudi di dalam mobil berbuntut panjang. Akun @kelvinyudatama yang melakukan siaran langsung pada Kamis, 27 Desember 2018 itu awalnya tampak biasa saja.
Tetapi, seorang pria yang ada di dalam video, mengucap pernyataan tak simpati ke korban tsunami Selat Sunda di Kalianda, Lampung.

Kelvin mengatakan, enggan berdonasi untuk korban tsunami di Kalianda.
" Pokoknya Kalianda harus kena tsunami. Woi, kawan-kawan jangan kalian donasi untuk Kalianda ya, biarin saja dia orang rata," kata pria tersebut.
Selang menjadi pembicaraan warganet, Kelvin mengunggah video permintaan maaf. Dia mengalamatkan maaf kepada warga Kalianda yang terdampak tsunami Selat Sunda.
" Dengan ini, saya Kelvin Yudatama, saya meminta maaf sedalam-dalamnya kepada saudaraku khususnya yang terkena tsunami di Kalianda atas perbuatan video yang tidak senonoh itu, yang menyakiti hati saudara-saudaraku di Kalianda," kata Kelvin.
Kelvin berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. " Saya menyatakan menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali," ujar dia.
Sementara Pojoksatu.id mengutip laman lokal Kaliandanews.com menulis jika kepolisian setempat sudah menerima laporan dari masyarakat terkait video Kelvin bersama seorang wanita di dalam mobil.
Kelvin dianggap tidak memiliki rasa kemanusiaan dan tidak peduli dengan penderitaan korban tsunami.
“ Sementara masih mengecek keberadaannya dulu,” ucap Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Lampung, Kompol I Ketut Suriana.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya