Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Viral Penculikan Anak Di Jakpus (YouTube Liputan6)
Dream - Polisi telah menetapkan pelaku penculikan anak berinsial MA yang berusia 6 tahun di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Terduga pelaku bernama Iwan Sumarno alias Jacky alias Herman alias Yudi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komaruddin pun meminta masyarakat untuk membantu polisi mencari terduga pelaku tersebut.
" Minta bantuan kepada masyarakat, jika melihat bisa melaporkan kepada kami atas nama Iwan Sumarno alias Jacky alias Herman alias Yudi," kata Komaruddin saat dihubungi Merdeka.com, dikutip Senin, 2 Januari 2022.
Usai polisi memeriksa sejumlah saksi, polisi meyakini pelaku tidak memiliki tempat tinggal dan terbiasa tidur di mana saja.
" Beberapa interogasi pun dia terkadang tidur di beberapa tempat dan tidak punya tempat tinggal tetap," ucapnya.
Video yang merekam aksi penculikan ini terungkap dalam rekaman CCTV berdurasi 3 menit. Video ini lantas viral di media sosial dan menjadi bukti kasus penculikan.
Peristiwa ini terjadi di kawasan Gunung Sahari 7A pinggir rel, Jakarta Pusat pada Rabu, 7 Desember 2022. Korban bersama terduga pelaku yang dikenal sebagai pemulung terekam menaiki bajaj.
Satreskrim Polres Metro Jakpus menggandeng Dinas Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mencari terduga pelaku.
Dalam proses pencarian pelaku, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin menerangkan, pihaknya merancang sketsa wajah terduga penculik berdasarkan keterangan saksi-saksi maupun hasil dari analisis rekaman CCTV.
" Saat ini kami mengarah pada Disdukcapil, identitas pelaku dengan persamaan atau persesuaian dengan ciri-ciri. Kita hanya bisa menggambarkan dari orang-orang yang memang sering melihat, kemudian ciri-ciri khusus masih kita gambarkan," kata Komarudin.
Komarudin menerangkan, data base di Disdukcapil akan disandingkan dengan ciri-ciri yang telah tertuang dalam sketsa wajah. Diharapkan, mendapat identitas daripada terduga penculik.
" (Sinkronkan sketsa dengan data Disdukcapil) Sementara itu dulu yang paling dekat," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya