Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Viral Perjuangan Mahasiswa UNY Kesulitan Bayar UKT Hingga Meninggal(Shutterstock)
Dream - Seorang mahasiswi sebuah universitas di Yogyakarta, berinisial NR, tak mampu melanjutkan kuliah karena uang kuliah tunggal (UKT) yang terlalu tinggi.
Mahasiswi angkatan 2020 itu akhirnya harus mengubur mimpinya untuk bisa berkuliah hingga akhir hayat. Kisah NR viral usai diunggah oleh temannya, Ganta, di akun Twitter @rgantas.
Ganta mengatakan bahwa NR tidak bisa menjelaskan secara langsung terkait kondisinya karena telah wafat pada 9 Maret 2022.
Ganta menjelaskan, NR berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah, dan kuliah di jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial angkatan 2020.
Menurut Ganta, sahabatnya itu bukan dari kalangan berada. Orangtua NR hanyalah penjual sayur gerobak di pinggir jalan yang juga harus menghidupi empat anak lainnya yang masih bersekolah.
Kasus ini, katanya, adalah di mana nominal UKT yang melampaui kapasitas keuangan pembayarnya. Menurut dia, ini bukan barang baru tapi kasus rekannya sedikit berbeda.
" Ia sudah mengisi nominal pendapatan yang sesuai dengan kondisi ekonominya. Tetapi, saat diminta mengupload beberapa berkas, ia tidak punya laptop. Sehingga ia meminjam hp tetangganya di desa," tulis Ganta.
Dikarenakan ponsel milik tetangganya yang kurang canggih, NR gagal mengunggah berkas-berkas yang diminta. NR pun mensinyalir inilah alasan mengapa nominal UKT-nya melonjak hingga Rp3,4 juta.
Berkat bantuan guru-gurunya di sekolah dulu maka UKT semester pertama terbayarkan dan NR bisa menjadi mahasiswa di kampus negeri itu.
" Selama menjadi mahasiswa, ia dikenal sebagai orang yang ceria. Sangat ceria malah menurutku. Sayang keceriannya mulai luntur tiap mendekati pembayaran UKT, seperti sekarang ini. Ancaman putus kuliah, seolah meremas-remas hatinya. Menyergap semua mimpi indah yang ia bangun," tulis Ganta.
NR mencoba segala cara demi bisa membayar UKT semester 2, termasuk dengan cara bekerja paruh waktu.
Dia juga bolak-balik ke rektorat guna mengajukan keberatan terhadap nominal UKT. Tapi, menurut Ganta, rekannya itu malah 'diping-pong' ke sana kemari.
Padahal, kata Ganta, dia juga baru mengetahui NR selalu jalan kaki pulang pergi dari kosannya di daerah Pogung sampai kampusnya. Jaraknya sekitar 2,3 kilometer berdasarkan Google Map.
" NR memang selalu jalan kaki ke mana saja. Maklum, ia ga memiliki cukup uang untuk memesan driver online," tulis Ganta.
NR bahkan disebut sangat senang ketika mendapat abon untuk lauk makannya atau pun mie instan. Peralatan mandi juga merupakan pemberian teman-teman yang bersimpati kepada NR.
" NR pernah bilang, bila akhirnya dia tidak bisa melanjutkan kuliahnya. Ia ingin kerja agar dapat menguliahkan adiknya. Dia ingin mewujudkan mimpi adiknya. Kata itu terucap saat lagi-lagi masa pembayaran UKT mendekati deadline. Ia nyaris kehilangan asa, karena tak bisa membayar UKT," tulisnya.
Ganta mengaku sempat menghubungkan NR dengan pihak birokrat kampus untuk pengajuan penurunan UKT. Saat itu pengajuan diterima dan nominalnya berkurang Rp600 ribu.
Ganta mencantumkan tangkapan layar percakapan WhatsApp-nya dengan NR yang pesimis bisa membayar UKT semester 2.
Detik-detik akhir bantuan datang dari patungan rekan-rekan, Dosen Pembimbing Akademik (DPA), hingga Kepala Jurusan NR.
Karena belum cukup, NR dan orangtuanya mencari sisanya dengan berutang di saat ekonomi keluarga kian sulit akibat badai pandemi Covid-19.
UKT semester itu pun terlunasi. Setelahnya, Ganta mengaku tak mendengar kabar NR lagi. Ada dua informasi yang ia terima, pertama NR menyerah dan dia lebih percaya kabar kedua yang menyebutkan rekannya itu cuti kuliah untuk bekerja.
Belum sampai Ganta bisa mendapat jawaban pertanyaan-pertanyaan di benaknya soal NR, dia keburu mendapat berita tidak mengenakkan.
" Selama ini dia mengidap hipertensi yang amat buruk. Ancaman putus kuliah kian memperburuk keadaannya. Setelah beberapa waktu tidak kuliah, tiba-tiba muncul kabar ia sedang kritis di RS. Pembuluh darah di otaknya pecah," cuit Ganta.
NR pun akhirnya meninggal pada 9 Maret 2022. Di hari pemakaman NR, ibunda almarhumah bercerita ke Ganta bahwa putrinya itu adalah pribadi tangguh yang terbiasa membantu orangtua mencari penghasilan ke sana kemari sedari kecil.
Baginya, NR adalah korban dari kejamnya institusi dan sistem pendidikan di negeri ini lewat komersialisasi pendidikan. Dia melihat perjuangan dan kepergian NR jadi alasan semua pihak untuk terus mengawasi tata kelola institusi besar seperti kampus tempat NR kuliah.
" Karna U** nampaknya tidak pernah belajar. Terbaru, mekanisme penurunan UKT, hanya diberikan pada mahasiswa yang orang tuanya meninggal. Apakah ini tidak terlampau kejam? Apakah harus ada yang meninggal untuk mendapatkan keringanan besar? Logika ini sudah tidak waras," tulisnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam