Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pak Ambo Dan Buaya Riska (Foto: YouTube Adventurer’s Banner)
Dream - Persahabatan antara manusia sudah menjadi hal umum, namun Panji Petualang mengungkap persahabatan langka antara seorang pria yang dipanggil Pak Ambo dengan buaya ‘raksasa’ bernama Riska. Bahkan keduanya sudah seperti ayah dan anak.
Panji secara khusus langsung datang ke muara tempat buaya Riska tinggal di Bontang, Kalimantan Timur. Riska bebas bermain-main di sini tanpa adanya penangkaran.
Panji mengungkap sudah memperhatikan bagaimana hubungan Pak Ambo dan Riska yang menurutnya di luar nalar.
“ Berawal dari sebuah analisa dan memperhatikan hubungan yang baik antara buaya dan juga manusia yang bagi saya sendiri itu di luar nalar. Saya akhirnya terpaksa, bertolak kembali ke Bontang untuk melihat langsung apa yang mereka alami. Untuk bisa memastikan itu alami atau bukan?,” ungkap Panji dalam video dokumentasi di kanal YouTube Adventurer’s banner.
Benar saja, hubungan keduanya tak bisa dibilang biasa, terlihat dari cara Pak Ambo yang memanggil Riska hanya dengan sebutan nama saja.

" Riska, Riska sini," panggil Pak Ambo mirip seperti memanggil seorang anak.
Buaya hitam berjenis Crocodylus porosus) berukuran empat meter itu muncul, perlahan menunjukkan keberadaannya yang tak jauh dari perahu yang ditunggangi Pak Ambo dan Panji.
Panji pun menyambutnya dengan menyampaikan tujuan kedatangannya untuk bersilaturahmi.
Sosok buaya Riska dirasakan Panji sempat menatapnya untuk memastikan siapakah yang datang? Apakah orang jahat atau bukan.
" Dia ngecek dulu dia memastikan ini orang jahat bukan, wah gila ya naluri hewan yang emang kita anggap nggak punya pikiran karena otaknya lebih kecil dari matanya ternyata lebih sopan dan beretika dari hewan apapun yang ada di bumi," ungkap Panji.

Adegan berikutnya, dengan jelas video ini menuliskan untuk ‘jangan ditiru’. Sebab Pak Ambo langsung memberikan makan Riska, menyuapinya dengan tangan kosong tanpa ada pengaman apapun.

" Luar biasa dan sekarang yang eksklusifnya adalah kita bisa melihat hubungan yang baik juga antara Pak Ambo dengan Riska, secara alami ini," kata Panji.
Menurut Panji, hubungan baik antara Pak Ambo dengan buaya yang di luar nalar itu adalah kemampuan yang diberkati Tuhan.
“ Ini udah berkah dari Allah dan alam memilih Pak Ambo untuk bersama Riska dan juga keluarganya yang lain," ucapnya.
Bukan karena dijinakkan, ketulusan Pak Ambo mampu meluluhkan sosok buaya Riska, yang sebenarnya menurut Panji tergolong agresif.

Bahkan ayam yang diberikan Riska dari uluran tangan Pak Ambo adalah ayam fresh bukan mati, yang bisa dimakan manusia.
" Kadang sisanya aku goreng," celetuk Pak Ambo yang terlihat sangat santai, tanpa rasa takut sedikitpun meskipun dia sedang tepat berada di depan seekor buaya. Bahkan dia sempat mengelus-elus kepala Riska.
Menurut Panji, sosok Pak Ambo bukanlah Pawang yang terkenal dengan kata menakutkan, dia hanyalah seseorang yang merawat dan peduli dengan Riska.
Bersama Pak Ambo, buaya Riska ini pun merasa nyaman. Dia bisa membedakan mana ayam dan mana tangan Pak Ambo yang tak digigit olehnya. Ketika ada kapal lewat, Riska tak merasa terganggu.

“ Bukan perubahan perilaku pada hewan dan nggak ada paksaan. Dia di alam tanpa ada penangkaran. Hubungan Pak Ambo dan Riska benar -benar alami,” Panji berucap.
Kata Pak Ambo, untuk bertemu Riska harus membawa kesabaran, harus disayang-sayang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya