Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi : Shutterstock
Dream- Seorang kakek berusia 77 tahun sembuh dari Covid-19 dan dipulangkan dari rumah sakit Royal Brisbane and Women's, Australia. Pria beruntung itu bernama Graham Brasch. Melalui laman News, Brasch menceritakan perjuangannya melawan virus yang hampir merenggut nyawanya itu.
Orang-orang memanggil Brasch dengan sebutan ‘Pria Ajaib’ karena bisa selamat setelah mengalami bermacam-macam komplikasi akibat infeksi virus corona covid-19.
Selama lima bulan, Brasch berjuang dengan berbagai alat dan ventilator yang melekat pada tubuhnya. Ia pun bersyukur dan menyebut jika sang istri tercintalah yang menjadi alasannya untuk berjuang melawan virus itu.
Brasch mengungkapkan bahwa Covid19 menyerang hampir semua organ dalam tubuhnya. Virus itu berhasil merusak fungsi ginjal, jantung, dan paru-parunya.
Dia bahkan sempat diberitahu oleh dokter bahwa virus itu dapat membunuhnya. Selama lima bulan, Brasch harus melawan berbagai penyakit yang meyerangnya hingga akhirnya dia dinyatakan pulih.
" Mereka memberi saya makan dengan tabung selama delapan minggu. Selama itu, aku berbaring di sana seperti sayur,” ucap Brasch.

Mengetahui dirinya selamat setelah perjuangan yang tidak mudah itu, orang-orang di sekitarnya menyebut dirinya Si Pria Ajaib.
“ Mereka memanggilku pria ajaib,” ungkap Brasch.
Setelah kabar kesembuhannya, Brasch pun memberi pesan sederhana kepada masyarakat Australia. Brasch mengatakan bahwa Ia masih sering melihat orang-orang yang tidak peduli dengan protokol kesehatan dan memilih untuk tetap berkerumun. Ia meminta agar mereka tidak menganggap remeh virus tersebut demi keluarga mereka di rumah.
" Orang-orang ini memamerkan ketika berkumpul, mereka tidak tahu tentang rasa sakit yang ditimbulkan pada keluarga-keluarga mereka," ungkap Brasch.
Sumber : News
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya