Viral Sholat di Masjid Harus Bayar Rp5.000, Ini Faktanya

Reporter : Nabila Hanum
Selasa, 17 Mei 2022 07:01
Viral Sholat di Masjid Harus Bayar Rp5.000, Ini Faktanya
Jemaah masjid yang hendak sholat justru diminta membayar uang masuk Rp5.000.

Dream - Wisata religi bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, tentunya selalu diminati. Salah satu wisata religi yang cukup populer adalah mengunjungi masjid-masjid yang menjadi ikon daerah.

Selain tempat beribadah, masyarakat juga bisa menikmati keindahan arsitektur maupun interior masjid. Rupanya, di beberapa masjid pengunjung yang datang diminta membayar.

Baru-baru ini viral video jemaah masjid yang hendak sholat diminta uang masuk Rp5.000. Video tersebut pertama kali diposting akun Facebook Herdy Anto lalu diunggah kembali akun instagram @memomedsos hingga viral di media sosial.

1 dari 5 halaman

Viral masuk masjid wajib bayar Rp5.000© Instagram @memomedsos

Dalam unggahan tersebut, diperlihatkan petugas memungut biaya karcis Rp5.000 bagi setiap pengunjung yang masuk ke area masjid.

" Masuk masjid bayar bang?" kata perekam video.

Petugas karcis pun menjelaskan soal pembelian tiket.

" Kalau sholat tidak bayar. Cuma karena ini (masjid) sudah masuk kawasan wisata, ya bayar Rp5.000 satu orang. Kalau sudah bayar bebas." ujar petugas.

" Tapi kalau sholat?," tanya perekam kemudian.

" Sholat ya gak bayar," jawab petugas.

" Tapi bapak tadi bilang bayar Rp 5 ribu?," perekam nanya kembali.

" Bukan. Ini kan masuk kawasan, ya harus bayar," kata petugas.

" Iya, tapi kan pintu masuk (ke area masjid) kan cuma satu ini. Jadi bagaimana kalau mau masuk (masjid) gak bayar? Masjidnya kan di bagian belakang," ujar perekam video.

2 dari 5 halaman

Viral masuk masjid wajib bayar Rp5.000© Instagram @memomedsos

Mendapat pertanyaan itu, si petugas menegaskan, " Ini sudah perintah bupati."

Ada satu lelaki lain yang langsung memotong, " Begini pak, ini kan masjidnya masuk kawasan wisata."

Dia lantas meminta orang itu salat di masjid yang lain kalau tak mau membayar Rp5.000.

" Di situ ada musala pak," jawab petugas lain.

3 dari 5 halaman

Video ini pun mendatangkan pro kontra dari warganet. Banyak yang menyesalkan kebijakan tersebut mengingat kawasan itu adalah tempat ibadah.

" Dibangun pake duit rakyat. eh malah ambil untung dari rakyat juga," tulis salah satu akun.

" Gak bawahan gak atasan sama aja, sama-sama memanfaatkan peluang yg ada," komentar lainnya.

" PERLU DI BUBARKAN, MERESAHKAN WARGA YANG INGIN SHOLAT, JANGAN BEGINI DONG:(((," ungkap warganet.

" Alasan dispar terlalu dibuat2.. seharusnya dengan ada pendapatan sudah bisa membuat pagar di sekeliling kawasan wisata.. masa masjid dibuat untuk wisata.. kepala dinas yang aneh," komentar kritis warga.

4 dari 5 halaman

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Pesisir Selatan Suhendri Zainal mengatakan, retribusi tersebut bukan retribusi masuk masjid, itu adalah retribusi masuk kawasan destinasi wisata.

“ Kebetulan, lokasi yang memungkinkan yang tidak ada kebocoran yang tidak ada bisa orang bermain di sekitar situ (lokasi masjid),” katanya, dikutip dari katasumbar.com, Jumat 13 Mei 2022.

Ia menambahkan, pada jam tertentu waktu sholat , asar dan jumat itu digratiskan untuk masuk.

“ Orang kan kadang-kadang datangnya jam 10, atau jam 3 dan ada yang bercelana pendek katanya mau sholat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, masjid ini dibangun sebagai salah satu daya tarik objek wisata di Pantai Carocok.

“ Sekali lagi retribusi itu masuk kawasan wisata, yang di viral kan itu seolah masuk masjid bayar,” ujarnya.

Suhendri mengungkapkan alasan melakukan pemungutan retribusi di depan masjid.

“ Kenapa di sana posisinya, karena kita belum ada pagar untuk semua kawasan itu, untuk menghindari kebocoran pendapatan asli daerah (PAD), menghindari orang bisa menggendong melalui pintu-pintu tikus itu, di sana bisa kita tutup peluang sekalian bisa meningkatkan PAD,” kata dia. (mut)

5 dari 5 halaman

      View this post on Instagram      

A post shared by memomedsos (@memomedsos)

 

Beri Komentar