Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Inggris tengah dilanda krisis lantaran lonjakan harga energi akibat perang Rusia-Ukraina, hingga inflasi usai pandemi Covid-19.
Krisis ini begitu parah hingga menyebabkan inflasi tinggi. Biaya hidup semakin mahal serta kenaikan tagihan listrik dan energi lainnya.
Akibatnya, masyarakat Inggris menjadi sengsara hingga sejumlah warga dilaporkan terpaksa memakan karet. Selain itu, banyak perempuan yang disebut memilih menjadi pekerja seks komersial.
Krisis tak hanya dirasakan warga Inggris, tetapi dialami juga oleh Warga Negara Indonesia (WNI) penerima beasiswa LPDP.
Adit (bukan nama sebenarnya), terpaksa bersiasat dalam menghadapi krisis tersebut. Ia mengatakan lebih memilih program diskon untuk mahasiswa supaya bisa membeli baju hingga makanan dengan harga miring.
Ia mengatakan, para WNI penerima LPDP di Inggris masih harus berhadapan dengan kenaikan harga barang.
" Kenaikan terasa di harga-harga kebutuhan pokok, berkisar antara Rp4.500 - Rp22.500 untuk sayur, buah, dan lain-lain. Minyak goreng sempat langka dan mahal bulan Mei-Juni," tutur Adit dilansir dari laman resmi Polri.
Selain kebutuhan pokok, harga sewa rumah juga melonjak. Kenaikan sewa rumah sekitar Rp816 ribu hingga Rp4,9 juta.
Namun, Aidit tak merasakan dampak kenaikan sewa rumah itu karena ia sudah meneken kesepakatan harga pada tahun lalu. " Jadi enggak akan dinaikkan harga sewa selama masih dalam masa kontrak," ucap dia.
Adit menyiasati krisis itu dengan memanfaatkan diskon di toko grosir. Ia pun berusaha masak ketimbang membeli makanan siap saji.
Jika pun ingin makan di restoran, ia akan datang di waktu-waktu jelang tempat makan itu tutup. Dengan demikian, ia bisa membeli dengan setengah harga.
" Contoh ke Itsu. Harga Sushi normalnya Rp48 ribu, tetapi kalau datang menjelang mereka tutup harga jadi Rp24 ribu," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya