Waspada Virus Nipah, Mematikan Seperti Ebola dan SARS

Reporter : Sugiono
Jumat, 25 Mei 2018 11:02
Waspada Virus Nipah, Mematikan Seperti Ebola dan SARS
Virus yang belum ada penangkalnya itu berpontensi menjadi pandemik yang mematikan seperti Ebola atau SARS.

Dream - Menurut laporan BBC, setidaknya sembilan orang di India selatan tewas dalam kasus terkait dengan wabah virus Nipah yang langka dan sangat mematikan.

Nipah dianggap sebagai virus mematikan yang baru muncul dalam dua dekade terakhir. Untuk saat ini, virus itu hanya diketahui bisa menular dari kelelawar ke spesies lain, termasuk manusia.

Penyakit ini tidak dapat disembuhkan dan dapat menular dari orang ke orang. Nipah telah membunuh antara 40 hingga 75 persen korbannya yang terinfeksi.

Statistik ini menunjukkan, Nipah berpotensi menyebabkan pandemi mematikan. Itulah sebabnya mengapa Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, memasukkan Nipah sebagai prioritas penelitian yang mendesak, di samping virus Ebola dan SARS (Sindrom Pernafasan Akut).

Dari sembilan orang yang telah meninggal sejauh ini di kota Kozhikode di Kerala, tiga kasus Nipah telah dikonfirmasi.

Sementara itu hasil pemeriksaan terhadap enam pasien lainnya masih diuji, dan setidaknya 25 orang lagi dirawat di rumah sakit karena diduga terinfeksi virus Nipah.

1 dari 2 halaman

Nipah yang Misterius

Dream - Nipah pertama kali muncul di Malaysia pada tahun 1998. Saat itu 265 orang terinfeksi dengan penyakit aneh yang menyebabkan ensefalitis, atau peradangan otak, setelah mereka bersentuhan dengan babi atau orang sakit.

Dalam wabah itu, 105 orang meninggal, atau tingkat kematian 40 persen. Sejak itu, ada sejumlah wabah yang lebih kecil di India dan Bangladesh.

Dari sekitar 280 orang yang infeksi virus Nipah, terdapat 211 kasus kematian, atau tingkat kematian rata-rata 75 persen.

Ketika infeksi pertama menular dari babi ke manusia, pihak berwenang membunuh lebih dari satu juta babi untuk mencoba menghentikan penyebaran penyakit ini.

Sejak itu para peneliti telah berhasil mengidentifikasi bahwa beberapa spesies kelelawar buah sebagai pembawa alami dari virus mematikan ini.

Dalam beberapa kasus, manusia juga bisa terinfeksi setelah minum nira dari pohon kurma yang telah tertular oleh kelelawar yang mungkin telah terkontaminasi virus ini.

Sementara itu, dalam kasus terbaru di Kerala, BBC melaporkan penyebabnya adalah buah mangga yang terkontaminasi oleh kelelawar buah, yang ditemukan di sebuah rumah di mana ketiga korban tewas tinggal selama ini. 

2 dari 2 halaman

Gejala dan Penyebaran Virus Nipah

Dream - Gejala Nipah bervariasi, tergantung pada wabahnya. Awalnya pasien akan mengalami demam dan sakit kepala, diikuti oleh rasa kantuk dan kebingungan.

Beberapa pasien juga menunjukkan gejala seperti flu pernapasan saat terinfeksi. Dalam kasus lain, gejala berkembang menjadi koma dalam satu atau dua hari.

Pasien yang selamat dari infeksi awal memang terlihat sehat, tapi akan mengalami perubahan kepribadian dan kejang terus-menerus.

Dalam beberapa kasus, virus Nipah akan aktif kembali pada bulan atau tahun setelah pemaparan, yang pada akhirnya bisa menyebabkan kematian.

Kontak terlalu dekat dengan hewan atau orang yang terkontaminasi bisa menyebarkan penyakit. Dalam wabah terbaru di Kerala, satu orang yang meninggal adalah perawat yang selama ini merawat pasien yang sakit.

Sebuah studi tentang penyebaran virus Nipah oleh manusia menemukan bahwa air liur pasien yang terinfeksi cenderung menjadi penyebab menularnya penyakit mematikan ini.

(ism, Sumber: Sciencealert.com)

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya