Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan, Merilis Bantuan 2,1 Juta Beras Dan 210 Ribu Dus Mie Instan. (Foto: Liputan6.com)
Dream – Pemerintah Kota Bengkulu mulai membagikan bantuan sembako untuk 370.125 jiwa warganya. Bantuan masing-masing paket berupa beras 20 kilogram dan dua dus mie instan ini dibagikan secara bertahap pada Sabtu 18 April 2020.
Empat kecamatan di Kota Bengkulu, yaitu Teluk Segara, Muara Bangkahulu, Sungai Serut dan Kampung Melayu mendapat giliran pertama.
Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan, bersama Wakil Wali Kota, Dedy Wahyudi, turun langsung ke lapangan untuk menyerahkan bantuan di beberapa titik distribusi didampingi Kepolres, Komandan Kodim, Kepala Kejaksaan Negeri dan perangkat tingkat kota dan kecamatan se-Kota Bengkulu.
Total beras yang dibagikan sebanyak 2,1 juta kilogram dan 210,35 ribu dus mie instan diterima masyarakat secara bertahap. " Seratus persen warga kota akan diberikan bantuan, termasuk juga para mahasiswa yang tinggal dan menempuh pendidikan di Kota Bengkulu," kata Helmi, dikutip dari Liputan6.com.
Pola distribusi dilakukan langsung door to door atau dari rumah ke rumah. Warga tidak usah keluar dan tinggal di rumah saja, petugas yang akan mengantarkan langsung.
Helmi menjelaskan, bantuan ini dibiayai oleh APBD Kota Bengkulu dengan total pengalihan anggaran sebesar Rp204 miliar. Jadi siapa pun warga negara Republik Indonesia yang berada di Kota Bengkulu akan diberikan bantuan, syaratnya mau tinggal di rumah atau stay at home dan mengikuti arahan pemerintahberhak mendapat bantuan .
“ Warga agar tetap di rumah tidak usah keluar beli beras, karena beras kita antar ke rumah," kata dia.
Helmi juga menantang warga Kota untuk membagikan rasa optimisme menghadapi bencana pandemi Covid-19 ini dengan membuat video singkat atau vlog dan membagikannya ke akun media sosial pribadi.
Dia bahkan berjanji akan memberikan cincin batu akik, jam tangan dan tongkat yang dipakainya sehari-hari untuk warga kota yang dinilai paling menarik oleh tim kehumasan pemerintah Kota Bengkulu.
" Kita semua harus menghadapi kondisi ini dalam suasana religius dan bahagia, hadiahnya Jam, cincin dan tongkat ini saya akan berikan," kata dia.
Distribusi sembako tahap pertama yang dilakukan Pemerintah Kota Bengkulu menjadi kisah tersendiri bagi Megawati, warga Kelurahan Surabaya Kecamatan Sungai Serut. Dia bersama keluarga yang sedang berada di dalam rumah mendengar pintu rumahnya diketok seseorang.
Ketika dia membuka pintu rumah, ternyata yang datang adalah Wali Kota Helmi Hasan yang menenteng sekarung beras dan mie instan. Dengan mata berkaca-kaca dan lutut gemetar, dia menerima pemberian bantuan orang nomor satu di Kota Bengkulu tersebut.
" Subhanallah, alhamdulilah, terima kasih, ini berkah bagi kami sekeluarga," ujar Megawati.
Istri buruh harian ini memang menjadi target pertama pemberian bantuan di Kecamatan Sungai Serut bersama dua kepala keluarga tetangganya. Kondisi ekonomi dengan penghasilan yang tidak menentu saat ini, membuat mereka harus memutar otak supaya tetap bisa makan.
" InsyaAllah ini sangat membantu dan bermanfaat bagi kami," lanjut Megawati.
Helmi mengatakan, pihaknya saat ini bukan memberikan bantuan, tetapi melayani dan mengembalikan uang rakyat untuk rakyat. Masyarakat harus dibujuk dan dirayu supaya tetap berbahagia dan berada di rumah saja.
Tidak dengan cara ditakuit-tajkuti dan diancam.
“ Tetap di dalam rumah ya bu, ini ada beras dan mie instan terenak di dunia dari Pemerintah Kota Bengkulu. Bantuan ini bukan yang terakhir. Ini baru tahap pertama berasnya 5 kg dulu. Nanti tahap berijutnya 15 kg lagi yang akan ibu terima karena ibu akan menerima 20 kg beras,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Yuliardi Hardjo Putro)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya