Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Wanita Ini Rela Donorkan Rahim Agar Sang Adik Bisa Hamil (Shutterstock)
Dream - Memiliki dua anak atau lebih, kadang membuat kewalahan para orangtua. Apalagi jika usia anak-anak cukup dekat dan seringkali bertengkar. Perselisihan pun tak bisa terelakan.
Namun berbeda dengan kakak beradik satu ini. Si kakak dengan ikhlas mendonorkan rahim kepada adiknya agar bisa memiliki anak.
Wanita 40 tahun yang tidak disebutkan namanya itu merasa keluarganya sudah lengkap setelah melahirkan dua orang anak. Dia bersedia untuk mendonorkan rahimnya untuk sang adik yang sudah menginjak usia 34 tahun.
Operasi yang berlangsung selama sembilan jam tersebut dilakukan di Rumah Sakit Churchill di Oxford, Inggris.
Profesor Richard Smith, pemimpin klinis di badan amal Womb Transplant UK dan konsultan ahli bedah ginekologi di Imperial College Healthcare NHS Trust, mengatakan bahwa pengalaman tersebut sangat luar biasa dan bisa dikatakan sebagai kesuksesan besar.
" Saya sangat senang bahwa kami memiliki pendonor yang benar-benar bisa kembali normal setelah operasi besarnya dan juga penerimanya bisa melakukan terapi imunosupresifnya dengan sangat baik dan berharap dapat memiliki bayi," ungkap Dr. Richard, dilansir dari Independent.
Dia berharap wanita yang menerima transplantasi rahim itu memiliki banyak anak ke depannya. Tranplantasi rahim itu pun menjadi yang pertama di Inggris.

" Sekarang, saya merasa sangat bangga dengan apa yang telah kami capai dan sangat bahagia untuknya," ungkapnya.
Wanita yang menerima rahim tersebut lahir dengan penyakit Mayer-Rokitansky-Kuster-Hauser (MRKH), suatu kondisi langka yang mempengaruhi sekitar satu dari setiap 5.000 wanita.
Pada penderita MRKH, perempuan memiliki vagina yang belum berkembang dan rahim yang belum berkembang atau hilang.
Tanda pertama dari kondisi tersebut adalah ketika seorang gadis remaja tidak mengalami menstruasi.
Namun, indung telur mereka masih utuh dan masih berfungsi untuk memproduksi sel telur dan hormon wanita, sehingga memungkinkan untuk hamil melalui perawatan kesuburan.
Sebelum menerima rahim barunya, wanita tersebut telah menjalani dua putaran stimulasi kesuburan untuk menghasilkan sel telur, dilanjutkan dengan injeksi sperma intracytoplasmic (ICSI) untuk membuat embrio.
Delapan embrio telah mencapai tahap blastokista yang berarti mereka memiliki peluang sukses dalam IVF dan dibekukan ketika pasien menjalani perawatan di Klinik Fertilitas Lister di pusat kota London akhir tahun ini.
Smith mengatakan, saat ini rahim yang ditransplantasikan berfungsi sebagaimana mestinya dan rencana IVF berjalan sesuai rencana. Transplantasi ini diperkirakan akan berlangsung maksimal lima tahun sebelum rahimnya diangkat.
Laporan: Halwa Nadiyah Rosadi
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam