Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Deborah Dan Saitoty(Foto: India Times)
Dream - Sikap manusia ketika sedang jatuh cinta sering dikatakan di ‘luar nalar’. Bahkan segala cara bisa ditempuh demi mendapatkan sang pujaan hati.
Wanita asal California, Amerika Serikat, Deborah, menjadi salah satunya. Ia rela menempuh jarak 9.000 mil atau 14.485 kilometer untuk menikahi seorang pria dari suku Maasai di Afrika.
Pria yang berhasil membuatnya jatuh cinta itu dipanggil Saitoty, yang merupakan seorang peternak sapi yang usianya 30 tahun lebih muda dari Deborah.
Awal mula pertemuan keduanya adalah ketika Debora sedang berlibur dengan putrinya pada tahun 2017 ke Tanzania. Saat Debora berjalan-jalan di pantai di Zanzibar, Tanzania, di sinilah pertama kalinya ia bertemu Saitoty.
Saat itu ada dua pria suku Maasai yang menjual souvenir, salah satunya Saitoty. Meskipun tidak membeli, Deborah sempat berfoto dan mengobrol dengan Saitoty.
Banyak obrolan yang tercipta antara Debora dan pria Afrika itu, hingga berujung persahabatan, keduanya juga terus berkomunikasi.

Saitoty lantas meminta Deborah untuk menikah dengannya. Meskipun ada kekhawatiran tentang perbedaan usia, anak-anak Deborah mendorongnya untuk melakukannya jika itu yang dia inginkan.
Deborah kemudian kembali ke Tanzania dan saat itulah Saitoty secara resmi melamarnya. Pada Juni 2018, mereka melangsungkan pernikahan tradisional Maasai sebelum membuat pernikahan mereka menjadi legal pada Juli tahun ini.
Deborah sekarang menggunakan nama Maasai-nya, Nashipai, dan tinggal bersama Saitoty dan keluarganya di Tanzania.
“ Saya tidak pernah berharap untuk menemukan seorang suami dan menikahi seseorang yang jauh lebih muda dari saya, tetapi dia adalah pria yang paling baik dan paling perhatian,” kata Deborah kepada Birmingham Mail.
“ Pertama kali saya melihatnya, saya merasa seperti melihat bidadari. Kami tertawa bersama dan mengambil foto dan dia meluluhkan hatiku. Dia cantik dan baik dan dia mendukung saya. Memiliki seorang istri adalah langkah besar bagi saya,” kata Saitoty.
Meskipun banyak hujatan yang dilontarkan terkait usianya dengan Debora, dia tak ambil pusing, justru pria ini bangga dengan pernikahannya.
" Usia hanyalah angka dan itu tidak menghentikan cinta dan perhatian yang saya miliki untuk istri saya,” lanjut Saitoty.
Sumber: India Times
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya