Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Waspada Amoeba Pemakan Otak Sebabkan Kematian, 3 Negara Sudah Kena (Shutterstock)
Dream - Ancaman penyakit dengan efek mengerikan seperti takkan pernah berhenti. Setelah virus SARS-CoV-2 yang memicu Covid-19, kini dunia kembali dihebohkan oleh kemunculan amoeba pemakan otak atau Naegleria fowleri.
Negara yang sedang menghadapi ancaman tersebut adalah Korea Selatan yang menjadi korban pertama yang melaporakan kasus kematian akibat amoeba ini.
Dilansir dari Korea Herald, Korea Disease Control and Prevention Agency (KDCA) mengkonfirmasi bahwa seorang warga Korea berusia 50-an telah meninggal setelah kembali dari Thailand, Selasa 27 Desember 2022.
Pria itu kembali ke Korea pada 10 Desember setelah empat bulan bertugas di negeri Gajah Putih itu. Dia dirawat di rumah sakit keesokan harinya dan meninggal Rabu pekan lalu.
KDCA mengatakan, telah melakukan tes genetik pada tiga jenis patogen penyebab Naegleria fowleri untuk memastikan penyebab kematiannya.
Pengujian mengkonfirmasi gen dalam tubuh pria itu 99,6 persen mirip dengan yang ditemukan pada pasien meningitis yang dilaporkan di luar negeri.
Ini adalah infeksi pertama yang diketahui dari penyakit ini di Korea Selatan. Kasus pertama dilaporkan di Virginia pada tahun 1937.
Naegleria fowleri adalah amoeba, atau organisme hidup bersel tunggal, yang hidup di tanah dan air tawar hangat, seperti sumber mata air panas, danau, dan sungai, di seluruh dunia. Amoeba itu memasuki tubuh melalui hidung dan berjalan ke otak.
Gejala awal mungkin termasuk sakit kepala, demam, mual atau muntah, dan gejala selanjutnya dapat menyebabkan sakit kepala parah, demam, muntah, dan leher kaku.
Masa inkubasi Naegleria fowleri biasanya dari dua hingga tiga hari dan paling banyak hingga 15 hari.
Meskipun penularan Naegleria fowleri dari manusia ke manusia tidak mungkin terjadi, KDCA meminta warga untuk tidak berenang di daerah dan lingkungan di mana penyakit itu menyebar.
Ditambahkan bahwa risiko infeksi tidak tinggi, tetapi sebagian besar kasus dimulai dengan berenang.
“ Untuk mencegah infeksi Naegleria fowleri, kami merekomendasikan untuk menghindari aktivitas berenang dan rekreasi dan menggunakan air bersih saat bepergian ke daerah di mana kasus telah dilaporkan,” kata Jee Young-mee, kepala KDCA.
KDCA mengatakan, orang tidak dapat terinfeksi Naegleria fowleri dengan meminum air yang terkontaminasi.
Sebenarnya, infeksi ini bukanlah hal yang baru. Sebanyak 381 kasus Naegleria Fowleri telah dilaporkan pada tahun 2018 lalu.
Lantas, negara apa saja yang melaporkan kasus amoeba mematikan ini pada tahun 2022? Berikut daftarnya:
AS menemukan kasus mematikan ini pada Oktober lalu. Dalam insiden itu, seorang bocah laki-laki meninggal dunia. Menurut laporan anak itu terpapar di Danau Mead, Nevada Selatan.
Para pejabat tidak merilis nama atau usia pasti dari orang yang meninggal tersebut, namun mengatakan bahwa dia berusia di bawah 18 tahun.
" Ini adalah kematian pertama yang dikonfirmasi disebabkan oleh paparan Naegleria Fowleri di Area Rekreasi Nasional Danau Mead," kata pengelola taman itu.
Menurut Pusat Pencegahan Penyakit AS (CDC), amoeba mikroskopis umumnya ditemukan di air tawar yang hangat, tetapi infeksi jarang terjadi.
Hanya 31 infeksi Naegleria fowleri yang dilaporkan di AS antara 2012 dan 2021, kata CDC. Sementara infeksi jarang terjadi, mereka hampir selalu berakibat fatal.
Sebanyak enam kasus infeksi amoeba tercatat di Pakistan selama tahun 2022. Terakhir kali kasus ditemukan pada Oktober lalu.
Pejabat di Pusat Medis Pascasarjana Jinnah (JPMC) di Karachi, Pakistan melaporkan seorang individu berusia 28 tahun telah meninggal karena amoeba itu.
" Pasien tidak memiliki riwayat berenang dan rumah mereka dipasok air melalui tanker," menurut keluarga pasien.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya