Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bahaya Terlalu Lama Tidur Saat Berpuasa
Dream - Bulan Ramadhan menjadi momentum bagi seluruh umat islam di dunia untuk mengejar pahala sebanyak - banyaknya. Allah SWT menjanjikan berlipatgandanya pahala selama puasa Ramadhan berlangsung.
Banyak orang memanfaatkan momen tersebut dengan memperbanyak ibadah, seperti membaca Al Quran, berdzikir dan juga menjalankan sholat tarawih. Namun ada pula yang menghabiskan waktu puasa dengan tidur.
Meskipun tidur selama puasa Ramadhan dikatakan sebagai bagian dari ibadah, tentu hal ini tidak boleh dilakukan secara berlebihan ya Sahabat Dream. Kebiasaan tidur terlalu lama saat puasa Ramadhan akan menimbulkan berbagai efek bagi kesehatan tubuh kita. Dilansir dari Merdeka, berikut 6 bahaya yang timbul jika tidur terlalu lama saat puasa Ramadhan. Simak informasinya.

Bahaya yang timbul jika tidur terlalu lama saat puasa Ramadhan salah satunya adalah kamu akan merasa tubuhmu lemas. Kondisi tersebut terjadi karena kebiasan tidur yang terlalu lama akan membuat tubuh lebih pasif. Akibatnya otot dan anggota tubuh lain tidak dapat bekerja secara optimal, sehingga tubuh akan mudah terasa lemas.
Selain itu, bahaya tidur terlalu lama saat puasa Ramadhan juga membuat tubuh tidak dapat melakukan metabolisme dengan baik dan maksimal. Secara otomatis, kondisi tubuh yang lemas membuat seseorang menjadi lebih malas untuk melakukan berbagai kegiatan.
Sayang sekali kan jika kita hanya memanfaatkan bulan Ramadhan untuk tidur saja. Padahal banyak sekali kesempatan untuk umat muslim menambah amalan pahala di bulan suci ini.

Turunnya sistem imun tubuh juga menjadi salah satu bahaya yang timbul jika tidur terlalu lama saat puasa Ramadhan. Kebiasaan tidur yang berlebihan akan membuat kondisi tubuh lemas, karena otot terlalu lama diistirahatkan.
Kurangnya aktivitas tubuh dapat memberikan pengaruh pada sistem kekebalan tubuh. Sehingga sistem kekebalan tubuh akan menurun dan mudah terserang penyakit.
Penyakit seperti flu menjadi lebih sering datang pada orang yang terlalu banyak tidur. Untuk itu, ada baiknya kita tetap menjaga kesehatan tubuh dengan melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga ringan.

Selanjutnya, bahaya yang timbul jika tidur terlalu lama saat puasa Ramadhan adalah dapat menaikkan berat badan.
Tanpa sadar, orang yang terlalu lama tidur membuat kadar lemak dalam tubuh meningkat secara perlahan. Akibatnya, berat badan menjadi lebih mudah naik bahkan bisa menyebabkan obesitas.
Jika sudah mengalami gangguan tersebut, maka tubuh menjadi lebih rentan terserang berbagai penyakit. Lebih parah lagi, hal tersebut bisa mengganggu sistem kerja hati dan organ vital lainnya.
Oleh karena itu, sebaiknya menjaga pola tidur yang cukup perlu dilakukan agar puasa yang kita lakukan bisa bermanfaat juga untuk kesehatan tubuh.

Bahaya yang timbul jika tidur terlalu lama saat puasa Ramadhan juga dapat meningkatkan risiko depresi. Berdasarkan hasil penelitan, tidur yang berlebihan mempunyai kaitan erat dengan gejala depresi dan kecemasan.
Hal itu akan semakin memperburuk kondisi kesehatan mental jika kebiasaan tidur dilakukan lebih dari 10 jam sehari.
Nah, bahaya kan, Oleh karena itu, sebaiknya kita perlu menghindari tidur berlebihan selama puasa. Ada baiknya, kita mengisi waktu luang denga berbagai kegiatan positif dan menambah pahala. Dengan begitu, kondisi tubuh dan kesehatan mental bisa terjaga dengan baik.

Bahaya yang timbul jika tidur terlalu lama saat puasa Ramadhan akan mengganggu kesehatan jantung. Berdasarkan sebuah penelitian, dikatakan bahwa tidur lebih dari 8 jam dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan jantung.
Seseorang yang mempunyai kebiasaan tidur berlebihan memiliki risiko terkena angina atau nyeri dada 2 kali lebih tinggi. Hal ini tidak lain disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke jantung.
Penelitian lain juga mendukung pernyataan ini, bahwa orang yang tidur lebih dari 9 jam mempunyai risiko 34 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung.

Bahaya yang timbul jika tidur terlalu lama saat puasa Ramadhan ternyata juga dapat berisiko menurunkan kinerja otak.
Seseorang yang mempunyai kebiasaan tidur lebih dari 9 jam dapat berpengaruh pada terganggunya sistem kognitif dan kinerja otak.
Hal tersebut berlaku sebaliknya. Jika kebutuhan tidur tercukupi selama 7 jam, hal itu dapat memberikan beberapa manfaat positif bagi organ otak. Kinerja otak akan menjadi lebih baik dan sistem kognitif dapat bekerja secara optimal.
(Sumber Merdeka/Ayu Isti Prabandari)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya