Komisioner KPAI Sitti Hikmawaty Bersyukur Diberhentikan Saat Ramadhan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 27 April 2020 18:01
Komisioner KPAI Sitti Hikmawaty Bersyukur Diberhentikan Saat Ramadhan
Surat pemecatan Sitti telah keluar.

Dream - Presiden Joko Widodo resmi memberhentikan Sitti Hikmawaty dari jabatannya sebagai komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Sitti dinilai telah melanggar etika sebagai pejabat publik.

Sitti mengatakan sudah berada di jalan yang benar saat menjalankan tugas perlindungan anak Indonesia. Meski diberhentikan dengan tidak hormat, keputusan presiden itu tidak membuatnya berhenti mencintai negeri ini.

" Prinsipnya, apapun yang terjadi tidak akan membuat saya jadi kufur nikmat, tidak akan membuat saya menjadi tidak mencintai bangsa ini. Justru saya yakin berada di jalan yang benar dalam melakukan perlindungan pada anak," kata Sitti kepada Liputan6.com.

Sitti juga mengklaim kerap diperlakukan semena-mena dalam kasus pelanggaran kode etik. Dia meyakini ada tangan tak terlihat di balik pemecatan dirinya.

" Jika yang menggerakkan itu tangan Tuhan, maka saya meyakini sebagai kebaikan-Nya mencegah saya dari hal yang lebih buruk," sambung dia.

Terlebih lagi, lanjut Sitti, peristiwa ini terjadi di bulan Ramadhan yang baginya merupakan bulan yang penuh berkah. " Saya mensyukurinya sebagai bulan yang penuh berkah," tandas Sitti

1 dari 5 halaman

Dipecat Jokowi

Pemberhentian Sitti ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 43 Tahun 2020. Keppres itu diteken Jokowi pada 24 April 2020.

" Betul (sudah diteken Presiden)," ucap Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama saat dikonfirmasi.

Pemberhentian ini dilakukan lantaran Sitti tidak memenuhi rekomendasi Dewan Etik KPAI untuk mengundurkan diri. Maka Jokowi memutuskan memberhentikan Sitti dengan tidak hormat.

" Pemberhentian tidak dengan hormat Dr. Sitti Hikmawatty, S.ST., M.Pd. sebagai Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia Periode Tahun 2017-2022," jelas klausal pertama Perpres itu.

Selanjutnya, pelaksanaan Keppres ini lebih lanjut dilakukan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

2 dari 5 halaman

Komisioner KPAI yang Sebut Hamil Karena Berenang Terancam Dicopot

Dream - Sitti Hikmawaty dicopot dari jabatannya sebagai Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Keputusan ini diambil Dewan Etk dalam rapat pleno dugaan pelanggaran etik yang dipimpin Mantan Hakim Konstitusi, I Dewa Gede Palguna.

" Dewan Etik KPAI berkesimpulan bahwa pernyataan komisioner terduga menimbulkan reaksi publik yang luas dan bukan hanya dari dalam namun juga luar negeri terutama dalam bentuk kecaman, olokan, berdampak negatif bukan hanya terhadap terduga secara pribadi tetapi juga kepada KPAI dan bahkan bangsa dan negara," ujar Ketua KPAI Susanto membacakan hasil rapat pleno Dewan Etik, dikutip dari Liputan6.com

Sitti dinyatakan melanggar kode etik lembaga terkait pernyataannya soal hamil akibat berenang. Keputusan tersebut berdasarkan keputusan Dewan Etik Nomor 01/DE/KPAI/III/2020.

Sitti terbukti membuat pernyataan " Kehamilan dapat terjadi pada perempuan yang sedang berenang di kolam renang, tidak menutup kemungkinan jika dia berenang dengan laki-laki walaupun tidak ada penetrasi" .

 

3 dari 5 halaman

Terbukti Melanggar Beberapa Prinsip

Selain itu, Dewan Etik menilai pernyataan Sitti sebagai pelanggaran etika pejabat publik yang mestinya dijunjung tinggi oleh setiap anggota KPAI.

" Jadi dalam hal ini pelanggaran terhadap prinsip integritas, kepantasan, keseksamaan, dan kolegialitas karena pernyataan komisioner terduga berdampak langsung terhadap kolega komisioner dan sesama anggota KPAI sehingga mengganggu kebersamaan dalam menjalankan tugas," tegas isi surat itu lagi.

Dewan Etik KPAI memberikan dua rekomendasi yaitu memberikan waktu kepada Sitti untuk mengundurkan diri atau diberhentikan secara tidak terhormat.

4 dari 5 halaman

Opsi Pemecatan

Jika Sitti tidak memberikan surat pengunduran diri hingga Senin, 23 Maret 2020 pukul 13.00 WIB, maka KPAI akan mengusulkan pemberhentian langsung kepada Presiden Joko Widodo.

" Ini hasil dari putusan Dewan Etik KPAI hasil rapat 17 Maret 2020 yang dihadiri oleh 9 komisioner KPAI," tulis surat tersebut.

Hingga sampai tenggat waktu habis, Sitti disebut tidak memberikan jawaban atas dua rekomendasi di atas.

" KPAI tidak menerima surat pengunduran diri SH, maka merujuk surat tersebut KPAI menyampaikan usulan kepada Bapak Presiden untuk memberhentikan SH dari jabatannya selaku anggota KPAI," tukas isi surat tersebut.

(Sumber: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

5 dari 5 halaman

Sebut Wanita Bisa Hamil di Kolam Renang, Komisioner KPAI Minta Maaf

Dream - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Sitti Hikmawatty memohon maaf atas pernyataannya terkait wanita bisa hamil di kolam renang. Dia pun menyatakan mencabut keterangan tersebut.

" Statement tersebut adalah statement pribadi saya dan bukan dari KPAI. Dengan ini saya mencabut statement tersebut," ujar Sitti, dikutip dari Liputan6.com.

Sitti mengakui pernyataan yang dibuatnya tidak tepat. Dia pun meminta semua pihak tidak menyebarluaskan lebih jauh pernyataan tersebut.

Sebelumnya, KPAI juga memberikan klarifikasi mengenai pernyataan Sitti yang dikutip media online. Dalam pernyataan tertulis, KPAI menyatakan pernyataan Sitti merupakan pendapat pribadi.

" Perlu kami sampaikan bahwa pemahaman dan sikap KPAI tidak sebagaimana narasi berita di media online tersebut. Semoga klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpamahaman berita sebagaimana yang beredar," kata Ketua KPAI, Susanto.

Pernyataan Sitti mengenai wanita bisa hamil di kolam renang memicu kegaduhan usai dimuat di media online. Susanto menilai narasi di berita tersebut telah menimbulkan kontroversi.

" Narasi berita tersebut menimbulkan kontroversi di media sosial dan masyarakat. Terkait kebenaran narasi berita tersebut, kami konfirmasi kepada yang bersangkutan," terang Susanto.

Sumber: Liputan6.com/Dyah Puspita Wisnuwardani

Beri Komentar