KPAI Desak Hakim Seleksi Ketat Dispensasi Kawin Buat Anak-Anak

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 3 Desember 2020 12:00
KPAI Desak Hakim Seleksi Ketat Dispensasi Kawin Buat Anak-Anak
Pemberian dispensasi harus diseleksi seketat mungkin.

Dream - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan, dispensasi perkawinan yang bisa diberikan Pengadilan Agama masih menjadi tantangan dalam upaya pencegahan perkawinan anak.

Pemberian dispensasi harus diseleksi seketat mungkin untuk memberikan pilihan yang terbaik bagi semua pihak dan terutama agar anak tidak mudah dikawinkan.

" Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin harus menjadi acuan bagi hakim agar selektif, seketat mungkin dalam memberikan dispensasi terhadap perkawinan anak," katanya di Jakarta, Rabu 2 Desember 2020.

1 dari 4 halaman

Lebih lanjut Susanto mengatakan, upaya pencegahan perkawinan anak mendapatkan kabar baik dengan pengesahan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang mengubah batas usia paling rendah bagi laki-laki maupun perempuan untuk menikah adalah 18 tahun.

" Memang masih ada ruang dalam Undang-Undang tersebut yang memungkinkan anak untuk dikawinkan, yaitu melalui pemberian dispensasi oleh pengadilan agama yang dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk mengawinkan anak dengan berbagai alasan dan argumentasi," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Susanto berharap, Peraturan Mahkamah Agung tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin betul-betul menjadi pedoman bagi hakim di pengadilan agama untuk mencegah perkawinan anak.

2 dari 4 halaman

Di sisi lain, upaya pencegahan perkawinan anak harus terus dilakukan sembari mengevaluasi pelaksanaan Undang-Undang tentang Perubahan Atas Undang-Undang Perkawinan dan Peraturan Mahkamah Agung tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin.

" Sosialisasi dengan melibatkan berbagai pihak penting untuk terus dilakukan. Pencegahan perkawinan anak merupakan bagian dari perjuangan panjang, bukan hanya oleh KPAI, tetapi juga organisasi masyarakat, pegiat pelindungan perempuan dan anak, organisasi profesi, dan lain-lain," tutup Susanto.

Sumber: merdeka.com

3 dari 4 halaman

Viral Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Nafa Urbach Desak KPAI Usut

Dream - Nafa Urbach nampaknya geram dengan kabar Syekh Puji yang kembali menikahi gadis di bawah umur. Kali ini sang mempelai wanita baru berusia tujuh tahun.

Sebelumnya, Syekh Puji pernah viral lantaran menikahi gadis berusia 12 tahun bernama Ulfa.

Melalui akun instagramnya, mantan istri Zeck Lee ini mengunggah potongan pemberitaan Syekh Puji di akun instagramnya.

Nafa tidak percaya pemilik Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Jannah Pujiono CW di Bedono, Kabupaten Semarang itu menikahi bocah di bawah umur.

Ibu satu anak ini juga meminta masyarakat memberikan informasi valid tentang pemberitaan terkait Syekh Puji, yang kembali menikah dengan bocah di bawah umur. Tak hanya itu, wanita 39 tahun ini mendesak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk menyelidiki kasus tersebut.

"  Saya mau tanya apaakah ini benar terjadi ?? Bahwa yg di berita ini menikahi anak usia 7 tahun berinisial D, setelah menikahi anak 12 tahun bernama lutfi? Mohon informasinya , krn saya percaya kita sebagai orang tua dan ibu tentunya tdk akan membiarkan ini terjadi apalagi klo sampai menjadi contoh buruk. mohon diselidiki @kpai_official dan infonya guys / klo britanya gak benar nanti sy hapus,"  tulis Nafa Urbach dikutip Dream dari akun instagramnya, Rabu 1 April 2020.

 

4 dari 4 halaman

Postingan wanita asal Malang, Jawa Timur ini langsung ramai dikomentari warganet. Mereka nampaknya miris dengan pemberitaan tersebut jika benar terjadi dan meminta Nafa Urbach untuk menyelidikinya.

" Tolong mbk diselidiki dibawah umur itu masyaallah,"  tulis akun @pradiptianovi.

" Sebagai dokter spesialis anak, sedih banget saya baca berita ini,"  tulis akun @eirgersemi.

" Kasus sedang ditangani oleh ketua komnas perlindungan anak Arist Merdeka Sirait, dalam proses pengumpulan bukti2 untuk diserahkan ke Polda Jateng,"  tulis akun @ambar.prasetyo.3.

Hingga kini, belum ada konfirmasi terkait kebenaran berita yang Syekh Puji itu. Syekh Puji pernah tersangkut kasus sejenis, tetapi dengan gadis berusia 12 tahun bukan 7 tahun. Belum ada tim pengacara Syekh Puji yang menanggapi soal ini. 

Beri Komentar