Ilustrasi (nu.or.id)
Dream - Habib Abdullah Asy Syathiri dari Hadramaut, Yaman, pernah mempunyai seorang murid yang cerdas. Sajian ceramahnya indah. Setiap kali si murid ini akan menyampaikan ceramah, pasti menghadap terlebih dahulu kepada Habib Abdullah untuk meminta izin dan restu.
" Iya, saya kasih izin, semoga engkau dilimpahi keberkahan," kata Habib Abdullah.
Berbagai majelis didatangi oleh sang murid. Namun tiba satu waktu yang dilematis. Dia mendapat undangan mengisi ceramah dalam satu tempat, namun berbenturan dengan jadwal mengaji yang diasuh Habib Abdullah.
Timbul dalam hati si murid ini untuk membolos. " Ah, sesekaIi tak masalah lah kalau aku tidak masuk majelis taklim," pikirnya.
Namun tidak seperti biasa, dalam pengajian Ribath Tarim ini, tiba-tiba Habib Abdullah Asy-Syathiri mengabsen satu persatu nama murid hingga sampai pada panggilan nama murid yang bolos tadi.
" Fulan bin Fulan," Panggil Habib Salim.
" Maaf, dia tidak hadir Tuan Guru," kata salah satu murid yang duduk di majelis.
" Lho, ke mana dia?" tanya sang guru.
" Dia mengisi ceramah di suatu tempat."
" Kenapa dia tidak izin terlebih dahulu kepadaku? Aku tidak ridho dunia akhirat," tegas Habib Abdullah.
Lantas, apa yang terjadi pada murid tersebut? Baca selengkapnya di tautan berikut ini.