Anak Pengungsi Penakluk Hati Mark Zuckerberg

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 13 Februari 2015 07:01
Anak Pengungsi Penakluk Hati Mark Zuckerberg
Sosoknya yang sederhana dan cerdas membuat orang terkaya di muka bumi tak bisa berpaling ke wanita lain. Baru-baru ini, dia bersedia 'buka-bukaan' di depan publik.

Dream - Ungkapan di balik kesuksesaan suami ada istri yang hebat seperti bisa dijadikan acuan ketika melihat Priscilla Chan. Sosoknya yang sederhana membuat orang terkaya di muka bumi, Mark Zuckerberg tak bisa berpaling ke wanita lain.

Perempuan keturunan China ini dinikahi pendiri dan CEO Facebook dalam sebuah upacara cukup sederhana pada 2012 lalu.

Tidak seperti suaminya, sosok Priscilla Chan jarang muncul di publik. Namun baru-baru ini, dia bersedia 'buka-bukaan' dalam sebuah sebuah wawancara di televisi Today.

Chan adalah putri dari pasangan pengungsi keturunan China-Vietnam. Ayah yang bernama Dennis Chan tiba di Amerika Serikat bersama keluarga pada 1970-an, setelah menghabiskan waktu di kamp pengungsian.

Dennis kemudian bisa mengumpulkan cukup banyak uang untuk membuka sebuah restoran China. Priscilla kecil banyak diasuh neneknya karena sang ibu, Yvonne, juga sibuk bekerja.

Sejak kecil, Chan sudah tampak sebagai anak pandai. Pada usia 13 tahun, dia sudah bertekad masuk ke Harvard University yang sangat bergengsi.

" Adalah guruku yang memberikan kesempatan masuk kampus, menempuh sekolah dan membuatku jadi dokter seperti sekarang," kata Chan.

Chan akhirnya masuk ke Universitas Harvard. Di sanalah dia bertemu dengan Zuckerberg. Jika sang suami tidak sempat menamatkan kuliahnya karena sibuk mengembangkan Facebook, Chan berhasil menyelesaikannya dengan mulus.

" Saya memang punya penghargaan jenius di kelas. Saya punya banyak teman yang jenius. Mereka ada yang sekarang menjadi fisikawan nuklir. Tapi saya hanyalah ikan kecil di sebuah kolam yang besar," ujar dia.

Priscilla yang lahir di Amerika Serikat fasih tiga bahasa, yakni Inggris, Spanyol dan Kanton. Ia tumbuh berbicara dalam bahasa Kanton di rumah. Sedangkan bahasa Inggris, sudah jelas didapat dari sekolah dan di lingkungan sekitar. Ia juga mempelajari bahasa Spanyol karena banyak dari pasiennya berbahasa Spanyol.

Di Kamar Mandi

Pertama kali ia bertemu Zuckerberg saat sedang mengantre di kamar mandi Universitas Harvard. Kala itu ada sebuah pesta di kampus.

Dari situ keduanya kenalan sampai akhirnya menikah. Menurutnya, Zuckerberg adalah pria yang sangat menarik. Saat kencan pertama, dia mengatakan lebih rela pergi kencan dengan Chan ketimbang menyelesaikan tugas kuliahnya.

Namun Chan mencoba membujuk Zuckerberg untuk pulang ke rumahnya dulu dan menyelesaikan tugas kuliah. " Ia pun bersedia. Dia memang ingin saya menghabiskan lebih banyak waktu dengannya," kata Chan mengenang kejadian itu.

Sebagai istri pemilik Facebook, banyak orang penasaran mengenai kehidupan Chan. Tapi ia merasa bukan orang istimewa, biasa-biasa saja. Selain mengurus Zuckerberg, Chan juga sibuk dengan profesinya sebagai dokter.

Hingga kini hubungan rumah tangga kedua berjalan baik dan harmonis. Pasangan ini berharap dikaruniai keturunan, meski tidak terburu-buru.

 

Beri Komentar