Bella Aulia
Dream - Kekecewaan sempat merubung hati Bella Aulia. Tiket masuk ke kampus idaman sudah digenggam. Namun takdir berkata lain. Orangtua tak setuju.
Bella marah. Mengembalikan semua keputusan pada keluarga. Saat itulah jalannya mulai terjal. Hingga suatu saat dia minta maaf kepada ayah dan bunda.
Dan.... segalanya berubah. Berikut kisah inspiratif peserta Dream Girls 2015 asal Jakarta. Bila kalian suka, berikan vote untuk Bella DI SINI.
Tahun 2011-2015 adalah tahun-tahun yang sangat memberikanku banyak pelajaran hidup. Semua berawal sejak hari kelulusan sekolah.
Aku bersekolah di SMKN 24 Jakarta dan mengambil jurusan Rekayasa Perangkat Lunak. Seperti siswa yang lainnya, akupun mempunyai target universitas yang akan menjadi tempatku melanjutkan pendidikan. Universitas Telkom, yaa.. itulah pilihanku.
Setelah berkonsultasi dengan keluarga dan mendapat persetujuan, akhirnya akupun mengikuti tes. Tibalah waktu hasil pengumuman tes dan Alhamdulillah aku dinyatakan LULUS.
Betapa bahagianya aku. Aku sudah membayangkan betapa aku akan serius untuk menjalani kuliah di sana karena memang ini pilihanku. Tetapi keadaan berbalik.
Orangtua dan keluarga besarku sangat bangga aku bisa diterima di kampus idamanku, tetapi ternyata ada banyak pertimbangan yang aku sendiri bahkan tidak menyadarinya. Orangtuaku sangat khawatir bagaimana nanti aku akan tinggal di kota orang sendirian, bagaimana pergaulanku di sana, berapa banyak biaya yang dikeluarkan dan yang lainnya. Hingga akhirnya orangtuaku memutuskan untuk memasukkanku ke universitas lain.
Aku marah, aku sedih, aku sakit dan kecewa. Aku sudah berjuang mati-matian agar bisa diterima di kampus impianku tersebut.
Lalu, untuk sedikit mengobati rasa kecewaku, aku menyampaikan keinginanku untuk masuk universitas cadanganku, yaitu universitas yang memiliki jurusan tari karena aku sangat menyukai seni, khususnya tari, dan aku sudah mempunyai prestasi di dunia tari and I wanna expand my experiences.
Tapi semuanya sudah terlambat, pendaftaran sudah ditutup dan aku terlambat untuk melakukan tes praktik. Aku tidak mendaftar sebelumnya karena aku sangat yakin akan melanjutkan kuliah di universitas impianku <frown emoticon>.
Aku tidak dapat lagi mendeskripsikan perasaaanku pada saat itu. Aku sudah tidak mempunyai semangat untuk kuliah. Akupun tak tahu apa yang orangtuaku pikirkan tentangku.
Aku marah, aku menangis. " Yaa Allah, kenapa semuanya jadi begini? Kenapa semua hal tidak berjalan seperti yang aku inginkan?" Kata-kata itulah yang selalu aku sebut dalam doaku.
Sampai akhirnya, kakakku merekomendasikan fakultas yang paling bagus di salah satu universitas swasta di Jakarta. " Terserah keluargaku deh mau nyuruh aku kuliah di mana, biar kalau nanti hasilnya buruk nggak akan jadi kesalahanku," pikirku. Aku pasrah.
Akhirnya, aku masuk di Universitas Esa Unggul mengambil jurusan Fisioterapi. Kenapa fisioterapi? karena Mama ingin salah satu dari keempat anaknya berada dalam dunia kesehatan. Itu yang menjadi salah satu alasanku mengiyakan untuk melanjutkan kuliah disini, UNTUK MAMA.
Hari berlalu dan semuanya berjalan lancar walaupun awalnya aku agak kesulitan dalam memahami mata kuliahnya karena sebelumnya aku berkutik dalam dunia komputer.
Semakin hari, pelajaran terasa semakin sulit and I need to worry. I feel that I can't do this anymore. I'm down. Aku ingin menyerah. Ditambah dengan adanya permasalahan dengan teman sampai adanya kabar yang tidak baik yang membuat aku jauh dengan dosen terdekatku. I DID VERY HARD STRUGGLE.
Lalu, aku menyadari satu hal, apakah aku kesulitan karena aku belum mengikhlaskan atas apa yang terjadi kepadaku? Apa karena aku menjalani kuliah ini dengan terpaksa?
Banyak orang yang menjalani kuliah tidak sesuai dengan passion mereka tetapi apa mereka merasakan apa yang aku rasakan? Sesulit inikah?
Aku menyendiri, memikirkan banyak hal and then I realized that LIFE MUST GO ON. Hidup nggak akan selalu sama seperti apa yang aku inginkan. Aku hanya perlu berusaha, berdoa dan biarkan Allah yang mengatur hasil akhirnya, aku harus percaya apa yang Allah berikan kepadaku pasti jauh lebih baik. I NEED TO IKHLAS! Aku harus bangkit! I changed my mind.
Aku meminta maaf dan meminta restu orangtuaku agar semuanya menjadi mudah. Aku telah menyadari bahwa usaha orangtuaku untuk menguliahkanku lebih " worth" dibandingkan dengan segala keluhanku. Aku mulai memperbaiki keadaan. InshaAllah aku ikhlas.
Kini, tujuanku adalah hanya ingin membuat orang tuaku bangga, aku harus mempunyai nilai bagus, aku harus berprestasi, aku percaya dan yakin bahwa apa yang terjadi sampai hari ini adalah keputusan Allah yang terbaik untuk aku.
I GOT KNOCKED DOWN LOWER TO GET RISE HIGHER!
Singkat cerita, tepat pada tanggal 25 Agustus 2015 lalu, aku menjalani sidang. I DID MY BEST EFFORT. Setelah selesai, diumumkan bahwa aku mendapatkan nilai A. Seketika aku langsung menangis haru.
Aku tidak pernah menyangka akan sampai pada titik ini, aku tidak pernah menyangka bahwa aku bisa melewati semua ini, aku tidak pernah menyangka bahwa AKU BISA.
Hal yang paling menyentuh adalah ketika dosen pembimbingku mengatakan " Kami menilai dari semua usahamu selama ini, bukan dari hasil skripsi ini saja" .
Tangisku semakin memecah heningnya ruangan. Sontak aku langsung teringat perjuanganku dari awal. Betapa besar rasa syukurku atas segala hal yang terjadi selama ini.
Aku tahu ini yang terbaik. Aku tidak menyesal dulu aku pernah berjuang, aku pernah kecewa, aku pernah terluka.
Hal-hal seperti itulah yang membuat aku menjadi pribadi yang semakin kuat. Aku sadar inilah hidup. Hidup adalah tentang perjalanan. Aku sadar, hidup tidak selalu seperti apa yang kita inginkan. Aku sadar, yang kita inginkan tidaklah selalu baik untuk kita kedepannya. Aku sadar, karena aku telah mengalaminya.
KELULUSAN ini aku hadiahkan untuk Mama dan Papa. Maafkan Bella yaa Ma, Pa, jika selama ini Bella suka mengeluh. Trust me, all I wanna do is to make both of you happy and I wanna be ur daughter that you can proud of.
