Gaji Kerja di Bank Konvensional, Riba atau Tidak?

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 6 Oktober 2018 18:00
Gaji Kerja di Bank Konvensional, Riba atau Tidak?
Gaji adalah ujrah atau upah yang timbul karena suatu pekerjaan sudah dilakukan.

Dream - Di Indonesia, kita mengenal dua sistem perbankan yaitu konvensional dan syariah. Sebagai sebuah perusahaan, tentu saja perbankan membutuhkan sumber daya manusia untuk mengelolanya. Banyak dari saudara kita, terutama Islam mencari nafkah sebagai karyawan bank.

Belakangan muncul klaim yang sedikit menyudutkan karyawan bank konvensional, terutama soal gaji. Ada yang berpendapat gaji di bank konvensional haram karena mengandung anasir riba.

Klaim ini tentu membuat saudara kita yang bekerja di bank konvensional merasa tidak nyaman. Padahal, mereka sudah berusaha untuk mencari rezeki.

Lantas, bagaimana sebenarnya status dari gaji di bank konvensional?

Dikutip dari NU Online, Islam mengenal gaji dengan istilah ujrah yang artinya adalah upah. Ujrah diberikan kepada seseorang yang telah melakukan pekerjaan seperti yang diamanahkan kepadanya.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah Muhammad SAW bersabda demikian.

" Ujrahmu (upahmu) adalah menurut kadar payahmu."

 

1 dari 1 halaman

Ini Penjelasannya

Dalam perkembangan masyarakat, ujrah diberikan dengan dua model yaitu jualah (sayembara) dan kontrak kerja. Contoh jualah yaitu besaran upah diberikan dengan patokan atau target tertentu.

Misalnya, seseorang akan mendapatkan upah rutin dan bonus jika bisa menyelesaikan pekerjaan kurang dari satu bulan. Jika pekerjaan selesai dalam waktu satu bulan, dia hanya mendapatkan upah rutin.

Jika mengunakan skema kontrak kerja, maka upah diberikan rutin. Bisa mingguan, dua mingguan, atau bulanan.

Sementara riba adalah kelebihan yang ditetapkan dari akad jual beli kredit maupun utang piutang. Riba sendiri terbagi dalam beberapa jenis, seperti dijelaskan Syeikh Abu Yahya Zakaria Al Anshary dalam kitab Fathul Wahab bi Syarhi Manhaji al-Thullab.

" Ada tiga macam riba. Riba fadl, yaitu riba yang terjadi akibat transaksi jual beli yang disertai dengan adanya kelebihan pada salah satu dari dua barang yang hendak ditukarkan. Riba yad, yaitu riba yang terjadi akibat jual beli yang disertai penundaan serah terima kedua barang yang ditukarkan, atau penundaan terhadap penerimaan salah satunya. Riba nasa’, yaitu riba yang terjadi akibat jual beli tempo."

Dalam hal ini, gaji adalah ujrah atas pekerjaan yang sudah dilakukan, bukan karena transaksi jual beli maupun utang piutang. Sehingga, gaji di bank konvensional tidaklah tergolong riba.

Selengkapnya...

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie