Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
(Foto: Shutterstock)
Dream - Beberapa orang mengaku, sering menahan kentut setelah berwudhu. Biasanya dorongan ingin membuang angin muncul secara tiba-tiba, setelah menyucikan diri.
Meskipun terasa tidak nyaman, namun sebagai orang memilih untuk menahannya sampai shalat selesai dikerjakan. Lalu, bagaimana Islam memandang permasalahan ini?
Menurut beberapa sumber, Jumhur Ulama berpendapat jika menahan kentut atau flatus hukumnya adalah makruh.
Bahkan, ada sebuah hadist yang berkitan dengan menahan keinginan makan sebelum shalat. Serta membahas tindakan menahan kencing dan buang air besar ketika sedang shalat.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim, " Tidak ada shalat (tidak sempurna shalat) di hadapan makanan, begitu juga tidak ada shalat (tidak sempurna shalat) sedang ia menahan air kencing dan air besar (al-akhbatsaani)."

Makruh berarti sesuai yang tidak didukai Allah SWT, sehingga lebih disarankan perbuatan seperti itu untuk ditinggalkan saja. Pasalnya, dapat mengganggu kekhusyukan shalat seseorang.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Imam Muhyiddin Syaraf An-Nawawi mengenai ketentuan-ketentuan mengenai hal itu sehingga diputuskan menjadi hukum makruh. Lebih lengkapnya baca di sini. (ism)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha