Ibu Hamil, Ini Manfaat Baca Surat Maryam

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 19 Agustus 2018 18:03
Ibu Hamil, Ini Manfaat Baca Surat Maryam
Surat ini memuat kisah perjuangan Maryam mengandung dan melahirkan Nabi Isa AS.

Dream - Allah SWT menurunkan Alquran kepada Rasulullah Muhammad SAW sebagai mukjizat. Kemudian, Rasulullah mengajarkan Alquran sebagai pedoman hidup bagi seluruh umatnya.

Alquran juga berfungsi sebagai syifa atau obat bagi manusia, terutama untuk jiwa yang bergejolak. Membaca Alquran dapat membuat hati dan pikiran menjadi tenang.

Fungsi ini sangat bermanfaat terutama bagi ibu hamil. Bahkan ada anjuran agar ibu hamil membaca Surat Maryam.

Dikutip dari bincangsyariah, Surat Maryam berisi 98 ayat. Salah satu muatan dalam surat ini adalah kisah tentang Maryam yang melahirkan Nabi Isa AS tanpa pernah berhubungan badan dengan pria manapun.

Saat hamil, Maryam mendapat banyak cacian karena dianggap telah melakukan perbuatan hina. Tetapi, Maryam begitu teguh memegang imannya sehingga menjadi pelajaran penting bagi umat manusia.

Ketika hamil, emosi wanita tidak stabil akibat perubahan hormon. Manfaat membaca Surat Maryam yang pertama adalah menenangkan emosi ibu hamil.

Manfaatnya berikutnya, memahami kisah Maryam sehingga bisa timbul semangat ketika menjalani masa kehamilan yang selamanya lancar. Diharapkan ada ketenangan batin yang diberikan Allah dengan membaca surat ini.

Surat Maryam juga memuat kisah ketika Maryam menderika kesakitan yang parah ketika melahirkan Nabi Isa AS. Menyimak kisah ini bisa menghilangkan kekhawatiran ibu ketika akan melahirkan.

Selain itu, doa ibu hamil untuk melahirkan dengan lancar diijabah dengan membaca surat ini. Dengan membaca surat ini, seorang hamba akan lebih dekat dengan Sang Khalik.

Selengkapnya...

1 dari 2 halaman

Ibadah Sunah Atau Menuntut Ilmu, Mana Didahulukan?

Dream - Dalam Islam, menuntut ilmu merupakan salah satu hal yang ditekankan. Bahkan ada jaminan ditinggikan derajat seseorang apabila dia menuntut ilmu.

Di sisi lain, ada juga anjuran untuk memperbanyak ibadah sunah. Amalan tersebut mengandung pahala yang bisa mengiringi pahala ibadah wajib.

Apabila dalam waktu yang serba terbatas, mana yang harus didahulukan antara menjalankan ibadah sunah atau menuntut ilmu?

Dikutip dari NU Online, Imam An Nawawi dalam kitab Al Majmu' Syarh Al Muhadzdzab mengkaji persoalan ini secara rinci. Dalam pandangan Imam An Nawawi, menuntut ilmu lebih baik dari ibadah sunah baik sholat maupun puasa.

Imam An Nawawi menukil riwayat Khatib Al Baghdadi mengenai keutamaan menuntut ilmu. Apalagi jika dibandingkan dengan ibadah yang hanya bermanfaat bagi orang yang mengajarkannya saja.

Salah satunya adalah riwayat Ibnu Majah.

" Satu orang faqih lebih ditakuti setan ketimbang seribu ahli ibadah."

Selain itu, ada banyak riwayat yang menunjukkan keutamaan orang berilmu. Contohnya, hadis yang berbunyi demikian.

" Majelis fikih lebih baik ketimbang ibadah enam puluh tahun."

Berangkat dari sejumlah riwayat tersebut, Imam An Nawawi mengambil kesimpulan berikut.

" Ulama salaf sepakat bahwa menuntut ilmu lebih utama ketimbang ibadah sunah, semisal puasa, sholat, tasbih, dan ibadah sunah lainnya. Di antara dalilnya adalah, selain yang disebutkan di atas, ilmu bermanfaat bagi banyak orang, baik pemiliknya maupun orang lain, sementara ibadah sunah yang disebutkan (manfaatnya) khusus bagi orang yang mengerjakan saja."

Selengkapnya...

2 dari 2 halaman

Keutamaan dan Amalan 10 Hari Pertama Zulhijjah

Dream - Sebagai satu dari empat bulan mulia, banyak amalan di bulan Dzulhijjah yang bisa dijalankan setiap muslim. Dzulhijjah memang memiliki banyak keutamaan. 

Selain dianjurkan menjalanan puasa Dzulhijah, bulan terakhir dalam kalender hijrian ini juga memiliki keutamaan pada 10 hari pertama. Sering disebut Bulan Haji,  tersebut.

Syeikh Wahbah Al Zuhayli dalam kitabnya Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu menukil sebuah hadis dari Jabir bin Abdullah. Dalam hadis tersebut, Rasulullah MuhammadSAW bersabda,

" Hari yang paling tuama di dunia adalah hari sepuluh Zulhijjah."

Ibnu Hajar Al Asqalani sebagaimana dikutip Syeikh Wahbah Al Zuhayli, memberikan penjelasan mengenai diutamakannya Dzulhijjah. Salah satunya adalah amalan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

" Tampaknya sebab yang menjadikan istimewanya 10 hari (pertama) Zulhijjah adalah karena padanya terkumpul ibadah-ibadah induk yaitu sholat, puasa, sedekah, dan haji, yang (semua) ini tidak terdapat pada hari-hari yang lain."

Keutamaan tersebut dapat diraih dengan menjalankan ibadah. Beberapa di antaranya yaitu haji.

Bulan ke-12 dalam sistem penanggalan Hijriah ini dinamai Zulhijjah karena syariat haji berlaku hanya di bulan ini. Hal tersebut ditegaskan dalam Surat Ali Imron ayat 97.

" Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam."

Berikutnya, memperbanyak amalan sholeh. Bisa dengan puasa Dzulhijah, sholat sunah, zikir, baca Alquran, ataupun bersedekah.

Dalam hadis riwayat Bukhari dalam Ibnu Abbas RA, Rasulullah Muhammad SAW bersabda,

" Tiada hari-hari yang amalan sholeh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah.' Para sahabat bertanya, 'Wahai Rasulullah, tidak pula jihad di jalan Allah?' Rasulullah SAW menjawab, 'Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seorang yang berangkat dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak ada yang kembali sedikit pun'."

Kemudian, bagi yang berkurban tidak mencukup rambut maupun memotong kuku. Hal ini khusus bagi orang yang berkurban.

Dalam hadis riwayat Muslim dari Ummu Salamah RA, Rasulullah SAW bersabda,

" Jika telah masuk sepuluh hari pertama Zulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, maka janganlah ia mengambil rambut dan kulitnya sedikitpun."

Masih banyak ibadah lain yang bisa dikerjakan di bulan ini. Untuk mengetahui apa saja, simak pada tautan ini.

Beri Komentar