Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masriyah Amva (www.mylastparagraph.wordpress.com)
Dream - Pengasuh pondok Pesantren Kebon Jambu, Cirebon, Jawa Barat, Masriyah Amva, mendapat penghargaan SK Trimurti Award 2014 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Perempuan berusia 52 tahun ini mendapat penghargaan karena dinilai gigih dan konsisten mempertahankan nilai-nilai toleransi masyarakat.
" Penghargaan ini adalah modal bagi saya untuk tetap bermakna bagi orang lain," tutur Masriah saat berpidato dalam acara penyerahan penghargaan SK Trimurti di Pusat Perfilman Usmar Ismail Jakarta, Jumat malam 22 Agustus 2014.
Masriyah dinilai berani mendobrak, melawan, dan berjuang di tengah gencarnya isu agama dan fundamentalisme di masyarakat. Memang, pondok pesantren yang dia pimpin berkembang menjadi pondok modern yang mengembangkan nilai-nilai pluralisme dan kesetaraan gender di kalangan santri dan masyarakat sekitarnya.
" Saya mengelola pesantren dengan 1.200 santri, setelah suami saya meninggal," kata Masriyah. Selain memimpin pesantren, dia juga aktif menuangkan sejumlah pemikirannya dalam buku dan novel.
Penghargaan SK Trimurti ini bukanlah penghargaan pertama yang dia terima. Sebelumnya, Masriyah sudah mendapat tiga penghargaan dari sejumlah lembaga, termasuk dari Kementerian Agama. " Saya ingin bermakna bagi orang lain. Dan mengelola keterpurukan setelah suami meninggal, menjadi kekuatan, dan bangkit," ujar Masriyah.
Penghargaan SK Trimurti diberikan kepada jurnalis atau aktivis perempuan yang berjuang untuk kebebasan berekspresi sekaligus untuk mengingat semangat jurnalis sekaligus menteri perempuan pada era Presiden Sukarno, SK Trimurti. Penghargaan tahunan ini sudah diberikan sejak 2008.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya