Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kiai Abdul Wahab Hasbullah (nu.or.id)
Dream - Salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Abdul Wahab Hasbullah, dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo, Jumat 7 November 2014. Abdul Wahab dinilai berjasa terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Kiai Abdul Wahab lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 31 Maret 1888. Dia merupakan putra pengasuh Pesantren Tambakberas, Jombang, KH Hasbullah Said dan Nyai Latifah.
Abdul Wahab muda pernah mengenyam pendidikan di berbagai pesantren besar. Dia pernah mondok di Pesantren Langitan Tuban, Pesantren Mojosari Nganjuk, Pesantren Tawangsari Sepanjang.
Dia juga pernah belajar kepada Syaikhona R. Muhammad Kholil di Bangkalan, Madura, serta belajar kepada Hadratusy Syaikh KH. M. Hasyim Asy‘ari di Pesantren Tebuireng, Jombang. Selain itu, Kiai Abdul Wahab juga merantau ke Mekah untuk berguru kepada Syaikh Mahfudz at-Tirmasi dan Syaikh Al-Yamani.
Tahun 1916, Abdul Wahab mendirikan organisasi pemuda Islam bernama Nahdlatul Wathan. Dua tahun berselang, dia turut mendirikan Tashwirul Afkar atau Nahdlatul Fikri di Surabaya, yang merupakan wahana pendidikan sosial politik untuk rakyat kala itu.
Pada 1926, Abdul Wahab menjadi Ketua Tim Komite Hijaz yang dikirim menemui Raja Arab Saudi untuk mengajukan lima permohonan umat Islam di Tanah Air. Komite inilah yang menjadi cikal bakal NU, yang didirkan pada tahun yang sama.
Di kalangan NU, Abdul Wahab sangat disegani. Dia pencetus dasar-dasar kepemimpinan dalam organisasi NU dengan pembentukan dua badan, Syuriyah dan Tanfidziyah, sebagai usaha pemersatu kalangan tua dan muda.
Kiai Abdul Wahab juga dikenal berpandangan modern. Dia mendirikan surat kabar Soeara Nahdlatul Oelama dan Berita Nahdlatul Ulama.
Selain aktif di sejumlah organisasi, Kiai Abdul Wahab juga pernah menjadi Panglima Laskar Mujahidin (Hizbullah) ketika berjuang melawan penjajah Jepang. Dia juga tercatat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) bersama Ki Hajar Dewantoro.
Selain itu, Abdul Wahab juga dikenal sebagai pelopor forum diskusi antar-ulama, baik di lingkungan NU, Muhammadiyah, maupun organisasi lainnya. Ia meninggal 29 Desember 1971.
Selain Kiai Abdul Wahab, Jokowi juga menganugerahkan gelar pahlawan untuk Letjen TNI (Purn) Djamin Ginting, Sukarni Kartodiwirjo, HR Mohammad Mangoendiprojo. (Dari berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya