Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rabai Al Madhoun, Peraih Penghargaan Internasional Fiksi Arab (Alarabiya.net)
Dream - Seorang penulis novel asal Palestina, Rabai Al Madhoun meraih penghargaan International Prize for Arab Fiction untuk pertama kalinya. Penghargaan tersebut dia terima atas karyanya berjudul 'Destinies: Concerto of the Holocaust and Nakba'.
Karya Madhoun berkisah tentang eksodus warga Palestina pada 1948 dan Holocaust. Atas penghargaan tersebut, Madhoun berhak mendapat hadiah US$50.000, setara Rp66 juta.
Nakba, atau katastrop, mengacu pada eksodus bangsa Arab lantaran mandat Inggris atas Palestina, menyusul pembentukan Israel pada 1948.
Novel karangan Madhoun menjelaskan tentang gerakan eksodus yang dia ibaratkan sebagai konser bergerak. Novel ini dibagi ke dalam empat bagian.
Setiap narasi bertemu di bagian akhir dan ditujukan untuk isu-isu berkaitan dengan Nakba, Holocaust, dan hak untuk kembali bagi rakyat Palestina.
Madhoun lahir dalam masa pelaksanaan mandat Inggris atas Palestina pada 1945 dan melarikan diri bersama keluarganya ke Gaza. Dia kemudian menjadi warga negara Inggris.
" Novel ini memuat kisah tentang lima kota Palestina," kata Madhoun dalam sambutannya saat menerima penghargaan yang didaulat menjadi Man Booker Prize, mengacu pada kota kini menjadi wilayah Israel.
" Butuh waktu untuk bisa kembali ke kampung halaman saya, Al Majdal di Ashkelon. Saya menjelajahi Haifa. Saya berteriak di Gunung Kermel, 'Oh, bagaimana bisa kami kehilangan negara ini!'," kata ucap Madhoun.
Novel Madhoun sebelumnya adalah 'The Lady from Tel Aviv', yang mengisahkan kembalinya seorang Palestina untuk meraih kesempatan bertemu dengan aktris Israel. Novel ini juga meraih penghargaan yang sama pada 2010.
Sumber: alarabiya.net
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya