Cari Bekal Akhirat, Polisi Ini Ajari Anak-anak Mengaji

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 8 Maret 2018 09:01
Cari Bekal Akhirat, Polisi Ini Ajari Anak-anak Mengaji
Sabar menjadi kuncinya.

Dream - Melepas lelah di malam hari usai bekerja seharian menjadi waktu yang didambakan tiap pekerja. Tetapi, kesempatan istirahat itu tak sepenuhnya dipakai Brigadir Gatot Dwi Ananto.

Saban lepas Isya, anggota Polsekta Pacitan, Jawa Timur bersalin rupa menjadi guru ngaji. Gatot memilih mengajari puluhan anak mengaji di sela waktu istirahatnya.

" Aku mencari sangu (bekal akhirat) lewat ini, Mas," kata Gatot melalui telepon kepada Dream, Rabu, 7 Maret 2018.

 Brigadir Gatot bersama para murid-muridnya

Usai berpatroli, Gatot yang berprofesi sebagai Bhabinkabtimas rutin membagi waktu antara keluarga dan aktivitas ibadah yang dijalaninya.

Sesampainya di rumah, dia kerap membantu mencuci dan membersihkan rumah. Pekerjaan itu dia ambil karena sang istri, Arifah Ulinuha, merawat putra mereka yang baru berusia 21 bulan.

" Setelah itu ngajar mengaji, setelah Isya baru istirahat, kumpul bersama keluarga," ucap Gatot.

 

1 dari 2 halaman

Berawal dari 6 Murid

Di Masjid Bahrun Najah, puluhan anak belajar mengeja dan menyetor hafalan selepas Maghrib hingga sebelum Isya. Anak-anak itu rata-rata berasal dari RT 5 RW 11 Lingkungan Teleng, Sidoarjo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Gatot mengatakan awalnya kegiatan belajar mengaji itu dilakukan di rumahnya. Enam hingga tujuh anak-anak menjadi muridnya.

Dia dan sang istri kerap mengajari cara membaca Alquran dan iqra kepada anak-anak.

" Kebetulan istri saya punya anak kecil, jadi pindah ke masjid," kata Gatot.

Kini, murid-muridnya Gatot sudah mencapai 25 orang. Mereka datang karena kedekatan Gatot dengan anak-anak.

Anak-anak itu awalnya hanya bermain di depan rumah Gatot. Tetapi, berkat keramahan dan ajakan Gatot, kegiatan mereka ikut belajar mengaji.

" Dari yang belum sekolah, ada yang balita juga," ucap dia.

 

2 dari 2 halaman

Kuncinya sabar

Perbedaan usia murid-murid itu kerap membuatnya kesulitan. Selama sebulan, kata dia, seorang anak baru dapat menghafal hingga `ba`. " Wuah harus sabar, kalau nggak sabar wis..." ujar dia.

Mengajar anak mengaji membuat Gatot harus kreatif dalam cara mendidik. Sebagai penyemangat, dia kerap membelikan hadiah untuk mereka. Hadiah uang itu diambil dari sebagian gajinya.

" Kalau misalnya hafalannya banyak saya belikan jajan," ucap dia.

Selain, memberikan `hadiah` dia juga kerap mengajak anak-anak didiknya bersepeda ke pantai.

" Minggu saya korbankan waktu dengan anak saya untuk mengajak mereka untuk jalan-jalan ke pantai, orang tuanya sudah percaya sama saya," kata dia.

Kedepannya, dia mengatakan, kegiatan belajar mengaji itu akan diresmikan oleh takmir masjid. Perangkat takmir ingin kegiatan mengaji itu menjadi TPA Bahrun Najah.

" Doakan semoga murid saya tambah banyak dan sabar," ujar Gatot. 

(Sah)

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri