Rini Yulianti: Aku Lahir Saat Orangtua Ingin Anak Lelaki

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 6 September 2015 13:15
Rini Yulianti: Aku Lahir Saat Orangtua Ingin Anak Lelaki
Aku mulai percaya pada diriku, yakin pada Tuhanku. Lalu menjadikan doa sebagai inti dari perjuanganku atas kehendaknya.

Dream - Rini Yulianti Jashella. Kedua orangtuanya ingin seorang anak laki-laki, tetapi ternyata yang lahir adalah perempuan: Rini. Dia sempat berpikiran untuk berdandan seperti seorang anak laki-laki demi menyenangkan kedua orangtuanya.

Tetapi Rini tetap teguh dengan pendiriannya, dia ingin membuktikan bahwa dia bisa lebih hebat dari seorang laki-laki meski dia seroang perempuan. Meski demikian, peserta Dream Girls 2015 ini tetap berdandan seperti layaknya anak perempuan.

Berikut kisah inspiratif Rini. Jika kalian suka dengan kisah ini, berikan vote untuk Rini Yulianti Jashella DI SINI.

Orang bilang, aku hanya gadis kampung. Mereka bilang tidak usah bercita-cita tinggi. Pantasnya diam di dapur atau turun ke sawah saja. Pendidikan tinggi dan cita-cita besar hanya omong kosong bagi mereka yang tinggal di pedalaman.

Mungkin itu benar bagi mereka yang tidak percaya pada sebuah mimpi, pada kekuasaan Allah dan pada keajaiban sebuah perjuangan. Tapi aku tidak, aku berhak untuk mengekspresikan sebuah harapan lalu berjuang mati-matian bersama kekuatan Doa.

Bukankah mudah saja bagi Allah untuk berkehendak. 'Kun fayakun, maka jadilah maka jadi" . Jadi mengapa harus takut untuk bermimpi, mengapa khawatir pada kegagalan? Aku, kamu dan semuanya memiliki Allah yang tidak pernah menjauh. Meski kadang kita yang menjauh.

Allah tidak pernah lelah mendengar segala keluhan dan tidak pernah kapok memaafkan hamba-hamba-Nya yang selalu menyalahkan ketidakadilan Tuhan untuk setiap penderitaan yang dialami. Masihkah merasa bahwa kita berjuang sendirian? Allah ada dalam setiap inci dirimu, dia mengikuti langkahmu, telah dan akan selalu menyayangimu dengan caranya, meski seringkali tidak kita mengerti.

Aku terlahir dari rahim orangtua hebat yang bermimpi memiliki seorang anak laki-laki. Tetapi lahirlah aku, seorang anak perempuan. Banyak orang yang bilang, seorang anak laki-laki selalu lebih unggul dibanding anak perempuan. Mengapa harus laki-laki? haruskah aku jadi lelaki? entahlah, tapi Tuhan menidurkan saudara laki-lakiku itu untuk waktu yang sangat lama, hingga ketika kehadiranku ke dunia tidak ada penyambutan yang spesial.

Aku terpaksa harus meminum air susu bibi tetanggaku, bersama anak laki-lakinya, karena saat itu Ibuku mengalami guncangan pada jiwanya dan dirawat di rumah sakit. Sebagai anak perempuan, belum ada yang bisa kubanggakan.

Masa kecilku selalu akrab dengan yang namanya penyakit. Nyaris aku berpikir, mengapa harus aku yang tinggal di dunia ini? Awalnya, aku hidup dalam obsesi menjadi seperti laki-laki. Semua itu hanya agar aku bisa diterima oleh keluarga. Lelah! bagaimanapun aku adalah perempuan. Aku muak dengan dandanan laki-laki, juga dengan pola pikir yang selalu mengutamakan logika.

Ini aku perempuan, ada perasaan di sini. Mengapa aku harus menjadi laki-laki? Mengapa tidak aku buat diriku menjadi perempuan hebat bagi kedua orang tuaku? aku bertanya, pada diriku sendiri. Iya, Tuhan aku menerima takdir dari-Mu.

Tapi bolehkah aku meminta pada-Mu, untuk menjadikanku seorang perempuan hebat. Untuk membuktikan bahwa Allah tidak salah menghadirkanku ke dunia ini dan adanya aku di sini bukan hanya sekadar hidup saja.

Lalu mati tanpa berbuat apa-apa untuk agama-Mu, untuk hidup orang-orang sekitarku. Aku mulai percaya pada diriku, yakin pada Tuhanku. Lalu menjadikan doa sebagai inti dari perjuanganku atas kehendaknya.

Allah mengirimku guru-guru yang selalu dengan setia mengajariku berbagai hal, sampai ketika aku masuk sekolah dasar, aku terpilih sebagai murid berprestasi. Ada rasa terharu di sana melihat ibu dan ayahku mulai bangga akan diriku.

Orang tuaku bilang " Jadi perempuan itu jangan hanya modal cantik saja, jadilah anak yang solehah, cerdas, berbakat, dan berkepribadian baik. Kelak jika kamu sudah dewasa jadilah perempuan yang bisa menginsiprasi orang lain," aku tersenyum, lalu melanjutkan langkah bersama ridho orangtua.

Karena itu, aku selalu dipercaya mengikuti berbagai lomba, baik akademik, olahraga maupun kesenian. Tapi aku sadar, selalu mengejar dunia sangat melelahkan. Aku bisa tersesat hingga jatuh pada jurang kehancuran, sampai akhirnya, beberapa tahun yang lalu aku mengenal lembaga dakwah kampus di Universitas Galuh Ciamis.

Organisasi tersebut merupakan sebuah unit kegiatan mahasiswa yang menjadi wadah bagi mereka yang ingin belajar serta menyampaikan kebaikan. Itu semua bukan menjadi hambatan, meski harus berhijab dan menjadi muslimah seutuhnya, aku tetap bisa berekspresi dengan bakatku.

Sejak saat itu aku memutuskan untuk menyalurkan bakatku di jalan dakwah, seperti lagu religi yang bisa diterima oleh kalangan muda, serta film pendek yang mengandung hikmah, termasuk mengikuti ajang Dream Girls ini sebagai salah satu jalan dakwahku untuk bisa menginspirasi , menyebar kebaikan serta memperkenalkan islam dengan cara yang indah.

Saya selalu percaya pada motto hidup saya " Tidak ada dinding yang tidak bisa ditembus dengan kekuatan doa" . Maka, semoga saya bisa menjadi perempuan yang bisa mewujudkan mimpi-mimpinya, bermanfaat bagi sesama, berpengaruh untuk orang-orang sekitarku. Meski aku hanya perempuan biasa, dari keluarga biasa di pelosok kampung kota Ciamis. Dream Girls, mari berjuang!! Never Give Up! Allah always with us.

Rini Yulianti: Aku Lahir Saat Orangtua Ingin Anak Lelaki

Beri Komentar