5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Tontowi Ahmad. (foto: Instagram.com/tontowiahmad)
Dream - Kemenangan tim bulutangkis Indonesia pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir menjadi kado terindah bagi ulang tahun Indonesia ke-71. Keduanya meraih kemenangan dua set langsung dan berhasil memboyong medali emas ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Mampu bermain dengan apik dan teknik yang memukau, membuat keduanya jarang melakukan kesalahan selama bermain melawan pasangan dari Malaysia, Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying.
Ternyata di balik ketenangan dari Owi dan Butet, ada satu ritual yang sering dilakukan oleh Owi sebelum ia bertanding.
Lewat akun Instagramnya, Tontowi Ahmad mengunggah fotonya saat sedang mengaji. Mengaji memang menjadi kebiasaan Owi setelah menunaikan salat bahkan terus dilakukan bahkan saat berada di Brasil.
Unggahan dari peraih medali emas di Olimpiade Rio 2016 ini mendapatkan tanggapan yang positif dari para netter di kolom komentar.
Sebuah akun dedyputra menuliskan , " Kebiasaan baik dpt pahala kl dipamerkan..trus dpt medali deh..hehehe..selamat mas..kalian hebat,"
© Dream
Dream - Rio Haryanto satu-satunya duta Indonesia dalam arena balap motor Grand Prix 3 atau GP3 masa kini ketika namanya muncul dalam kelompok lima pembalap terbaik dunia. Padahal, Rio diprediksi hanya mampu menempati posisi ke-15.
Dalam kancah GP3 yang diikutinya saat ini, Rio tampil cukup hebat dibandingkan kehadirannya pada awal musim. Bahkan namanya sudah mulai dikenal banyak sejak berusia 17 tahun ketika muncul menjuarai sirkuit Turki.
Hasilnya bendera Indonesia telah berkibar megah sejajar dengan negara-negara lain pada setiap sirkuit GP3.
Bagi Rio, dia bukan sekadar berlomba demi karir. Pemuda kelahiran Solo pada 22 Januari 1993 itu memasang gambar bendera Sang Saka Merah Putih di bumper motor Cosworth tunggangannya.
Beraksi untuk tim Inggris, Manor Racing, Rio tidak hanya menerima dukungan penuh keluarga terutama ayah, Sinyo Haryanto dan ibu, Indah Pennywati serta kakaknya, Ryan yang sering menemani ia di setiap sirkuit.
Jangan terkejut, ada satu lagi yang membuat diri Rio terus bersemangat berlomba menghadapi banyak persaingan sengit dari pembalap andalan lainnya.
Rahasianya adalah di setiap sirkuit, Rio selalu memulai balapan dengan berdoa. Dan yang paling menarik, ia selalu membawa catatan Ayat Kursi yang disisipkan di dalam kokpit tunggangannya.
" Ini membuat diri saya lebih merasa tenang saat tampil di sirkuit," ungkapnya singkat ketika diwawancarai pada sesi balapan GP3 di Hongaria baru-baru ini.
Demi karir yang penuh maut itu, Rio menjadikan Ayat Kursi bukan sekadar pelindung diri dari bencana, bahkan sebagai sumber untuk memberikan kekuatan spiritual yang amat jarang dilakukan hampir semua pembalap profesional dunia.
Tanpa disadari itulah hikmah ayat 255 surah Al-Baqarah sering diabaikan umat Islam.
(Ism, Sumber: mynewshub.cc)
© Dream
Dream - Pasangan pebulutangkis ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir meraih medali emas di ajang Olimpiade Rio 2016. Kedua berhasil menghentikan perlawanan pasangan Malaysia Chan Peng Soon-Goh Liu Ying dengan skor 21-14, 21-12.
Ada cerita menarik menjelang berakhirnya pertandingan Tontowi -Liliyana melawan Chan-Goh. Saat skor set kedua sudah mencapai 20-12, Tontowi sempat kegirangan.
Sontak reaksi kegirangan itu membuat Liliyana marah. Dia segera menggerutu dan mengingatkan Tontowi untuk tetap fokus pada permainan.
Beruntung, permainan itu berakhir dengan hasil manis. Tontowi-Liliyana dinobatkan sebagai peraih medali emas babak ganda campuran Olimpiade Rio 2016.
Ini bayar utang untuk Indonesia....
© Dream
Dream - Bagi Tontowi-Liliyana, capaian ini menjadi semacam pembayaran utang kepada Indonesia. Sebab, keduanya pernah gagal menyumbangkan emas pada Olimpiade London 2012 lalu.
" Saya lega, bangga, senang. Karena Indonesia biasanya tradisi emas, tapi kemarin di Olimpiade London 2012 kami berutang bawa medali. Sekarang langsung kami bayar utangnya. Senang sekali," ujar Liliyana, dikutip dari laman badmintonindonesia.org, Kamis, 18 Agustus 2016.
Tontowi sendiri masih belum percaya atas capaian yang dia raih bersama Liliyana. Bagi dia, kemenangan ini menjadi momen luar biasa.
" Saya nggak bisa berkata-kata. Luar biasa rasanya. Ini saya persembahkan untuk hari kemerdekaan Republik Indonesia," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?