6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Tia Viandan Sari
Dream - Kehilangan sosok ayah membuat Tia Viandan Sari bersedih hati. Jelas. Selain sebagai sosok panutan, sang ayah menjadi salah satu penyokong utama kehidupan keluarga.
Namun, Tia tak lantas larut dalam kesedihan. Dia berusaha mencari kesibukan untuk menghilangkan kesedihan. Dia yakin, Allah tak akan meninggalkan hamba-Nya.
Berikut kisah inspiratif dari Tia Viandan Sari. Jika kalian suka kisah peserta Dream Girls 2015 ini, berikan vote buat Tia DI SINI.
" Ketika kita berjalan menuju Allah, maka Allah berlari menuju kita" Aku pernah mendengar kata-kata itu, kata yang sangat menginspirasi dan menjadi pembakar semangat dalam beribadah, dalam setiap langkah menuju kebaikan.
Aku percaya dan sangat amat percaya akan kekuasaan Allah SWT. Percaya karena memang nyatanya aku bukan orang yang sempurna yang terkadang masih bisa terbuai dan tergoda dengan duniawi. Aku mungkin hamba yang tak sempurna dimata-Nya, tapi Allah tidak pernah meninggalkan aku sendiri.
Semenjak aku ditinggal oleh bapakku 10 bulan yang lalu, aku mulai mengisi kesedihanku dengan mengikuti berbagai event hijab. Berawal dari keisengan semata untuk menghibur diri pada akhirnya ini menjadi hobiku dan juga salah satu jalan rizkiku.
Di Salah satu event, aku mendapatkan teman baru, Ka Risda namanya. Ya, dia orang yang baik, sudah seperti kakakku sendiri. Aku menganggapnya begitu karena kami sama-sama suka mengikuti acara-acara yang diadakan oleh majalah dan kuis-kuis di social media. saling support, dan saling bertukar informasi menjadikan kami jauh lebih legowo. Ya karena terkadang kami berdua tidak selalu menang bersama.
Hari demi hari, bulan demi bulan, aku makin sering dan senang untuk mengikuti berbagai acara. Ya, Dreamcoid juga salah satu situs yang selalu aku ikuti kegiatannya. Aku merasa senang saat aku bisa mengikuti serangkaian event yang diadakan, walaupun terkadang waktunya hampir berdekatan, tapi aku menjalaninya dengan ikhlas dan senang.
Ya, bulan Ramadan kemarin juga menjadi salah satu 'bulan puncak' di mana rezeki dari Allah tidak pernah henti. Aku sempat berpikir, bulan Ramadan dan Lebaran kali ini pasti berbeda karna sudah nggak ada bapak, sudah nggak ada yang ngeledekin mau bagiin THR ke anak-anaknya lagi.
Tapi Masya Allah, jalan dan kekuasaan-Nya tidak bisa diduga. Semenjak aku berpikir begitu, banyak event di sana sini, dan ya, keisengan aku untuk mendaftar di beberapa ifthar bersama beberapa majalah, keisengan aku mengikuti kuis giveaway di instagram yang diadakan oleh beberapa onshop, hampir semua terwujud. Ya, Aku mendapatkan 5 invitation event & ifthaar dalam 2 minggu terakhir di bulan Ramadan, mendapatkan baju, aksesoris, voucher belanja, voucher salon, dan gamis yang semuanya aku dapatkan dari kuis yang aku ikuti selama bulan Ramadan.
Saat itu ada 2 hal lagi yang sempat nggak terbayangkan bisa mendapatkannya ya, yang pertama dari Dreamcoid, keisengan aku untuk ikut mendaftar dalam Talkshow yang diadakan bersama PrettyFit berbuah manis. Ya, aku mendapatkan 1 pasang sepatu cantik, dari tulisan (review event) tersebut di blog aku. Aku nggak pernah nyangka aku bisa menangin itu, karena saat itu aku baru aktif lagi menulis dan mengisi blog.
Dan yang terbesar ke dua adalah saat aku memenangkan 3 barang dari MakeupTools yang ada di dalam wishlist aku dari salah satu beautyshop di Jakarta. Aku juga nggak pernah berpikir bisa mendapatkan itu semua, karna saat itu cukup banyak orang yang mengikuti kuis tersebut dan hanya ada 1 orang pemenang.
Tapi memang rezeki Allah sudah atur, aku sempat meminta kepada Allah untuk memudahkan aku jika itu memang rezeki aku, sempat kecewa karena saat diumumkan ternyata bukan namaku yang disebut, tapi rupanya namaku disebut di pengumuman yang lainnya, 3 barang impian yang aku mungkin belum bisa membelinya sekarang (dengan uang pribadiku).
Tapi Allah menunjukan kekuasaan dan kasih-Nya secara nyata, ucapan syukur yang tiada henti yang membuat hariku semakin berwana, tapi di satu sisi, saat itu aku berpikir aku adalah hamba-Nya yang lalai kan semua yang Allah telah berikan, aku masih sering melupakan-Nya tapi Allah tidak pernah meninggalkan aku. Allah curahkan semua kebesaran-Nya melalui rizki yang aku dapatkan.
Aku bersyukur Allah masih memberikan aku kesempatan untuk menjadi lebih baik setiap harinya. Menjadi lebih baik bukan soal perubahan besar yang hanya 'perubahan', tapi perubahan kecil yang lebih baik setiap harinya yang dapat kita maknai dan ambil hikmahnya setiap saat.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
